TenggaraNews.com, SEMARANG – Dua organisasi ekstra di Kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo, Semarang, Provinsi Jawa Tengah (Jateng) bersiteru. Ini karena oknum mahasiswa yang tergabung di PMII membubarkan kegiatan HMI Bershalawat di Masjid Kampus III UIN Walisongo, Rabu (4/9/2019) malam.
Menurut Rohman, Kepala Bidang (Kabid) Perguruan Tinggi, Kemahasiswaan dan Kepemudaan (PTKP) Himpunan Mahasiswa Islam ( HMI ) Korkom UIN Walisongo, saat memberikan konferensi pers, sangat menyesalkan perbuatan itu terjadi, karena mengenai status perizinan tempat sudah tidak mempunyai masalah.
“Ta’mir Masjid UIN Walisongo membolehkan kami untuk menggunakan masjid untuk kegiatan shalawatan bahkan responnya sangat baik,” ujar Rohman.
Menurut Rohman, semua pihak dalam perizinan sudah mengizinkan, temasuk dalam menyiapkan perlengkapan dalam kegiatan.
“Kita merasa terbantu juga, dalam kegiatan kami di masjid Kampus 3 UIN, karena dari pihak pengelola Masjid membantu maksimal termasuk penggunaan speaker dan fasilitas lainnya, ujar Rohman.
Rohman menambahkan, sangat disayangkan saat kegiatan sudah berjalan di tengah-tengah kegiatan, ada oknum mahasiswa UIN dari PMII yang berniat mengacaukan hidmadnya sholawatan.
“Kami sangat menyayangkan ini terjadi, saat kami sedang bersholawat, menjunjung tinggi kebesaran Nabi Muhammad SAW, orang yg tidak bertanggung jawab bertindak seolah-olah tidak pernah tahu aturan. Kami akan mengambil langkah-langkah tegas dalam masalah ini. Harusnya kalau prosedurnya dipermasalahkan, pihak UIN langsung yang akan mengambil tindakan, bukan mereka,” jelas Rohman.
Sementara itu, Sekretaris Umum HMI Korkom UIN Walisongo, Hadi menyatakan, dalam hal ini, seluruh pihak yang terlibat dalang dalam pembubaran kegiatan ini, harus diusut tuntas.
“Kami bukan organisasi radikal HMI adalah organisasi tua sejak lahirnya tahun 1947 selalu ingin berjuang menebarkan kebaikan untuk bangsa negara dan agama,” ujar Hadi.
Hadi menambah, organisasi PMII pun sudah sangat sering bahkan menggunakan fasilitas kampus untuk kegiatan.
“Itu sudah menjadi rahasia umum, bukti-bukti sudah jelas banyak,” ujar Hadi
Hadi menambah, kami akan tegas menyikapi ini, menuntut oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab itu.
“Kami akan persoalkan masalah ini, karena ini mempertaruhkan martabat kami dan keluarga besar HMI, serta ini merupakan tindakan yang jelas mengganggu ketertiban dan meresahkan masyarakat. Sholawatan yang sejatinya ingin mendekatkan diri kepada sang pencipta Allah SWT serta mengagungkan Nabi Muhammad SAW dinodai oleh oknum yang tidak bertanggung jawab,” tegas Hadi.
Laporan : Randa
Editor : Rustam









