TenggaraNews.com, MUNA – Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Muna, LM. Natsir Ido memuji visi dan misi bakal calon (Balon) Bupati Muna, Syarifuddin Udu yang dipaparkannya saat menyambangi Kantor DPD II Golkar Muna, Sabtu 12 Oktober 2019.
Menurut Ketua DPD II Partai Golkar Muna ini, dari semua Balon yang telah menyampaikan visi-misinya, hanya Syarifuddin Udu yang dinilainya paling paripurna.
“Jadi, itu ucapan dari pribadi saya. Beliau merupakan figur luar biasa, mau kembali ke Muna untuk mengabdikan diri,” ungkapnya.
Dalam pemaparannya, SU mengaku tidak ingin memperebutkan jabatan. Akan tetapi, dalam rangka untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Muna, dirinya harus menjadi bagian dari pengambil kebijakan. Itulah alasannya berani tampil dalam perhelatan lima tahunan itu.
“Kalau bukan pengambil keputusan gimana kita akan melakukan sesuatu apa yang ada di kepala kita. Itulah alasan saya harus menjadi seorang yang dapat mengambil keputusan di daerah ini,” paparnya.
Pria kelahiran Lakolugou ini menambahkan, kebutuhan di Muna adalah lebih dari pembangunan infrastruktur. Soal infrastruktur, yang menjadi prioritas harus bisa diterjemahkan, bukannya yang lain tidak diperhatikan, tetapi dirinya tahu persis begitu pentingnya jalan. Sebab, ketika jalan tidak memadai, hal tersebut akan mendorong inflasi karena akan menyebabkan timbulnya biaya tinggi.
“Begitu biaya tinggi akan mengalami inflasi. Nah, dari hasil penelitian, faktor paling utama adalah jalan, ketika jalan sulit harga yang murah di desa begitu sampai di kota akan mahal apalagi mau di bawa ke negara lain,” tambahnya.
Kemudian, kata dia, keterkaitan dengan infrastruktur adalah pasar. Untuk pasar, jangan diterjamahkan hanya Pasar Laino saja, karena jelas pasar itu sudah pasti menjadi pusat perdagangan, tempat terjadinya aktivitas tawar menawar dan jual beli di Kabupaten Muna. Tetapi juga perlu di topang oleh pasar-pasar yang ada di Kecamatan.
Selain pasar, dirinya juga menyebutkan persoalan listrik. Seperti diketahui, bahwa dalam rangka peningkatan kualitas hidup masyarakat, saat ini tidak bisa dihindari lagi begitu pentingnya listrik. Untuk di daratan listrik sudah terjangkau, namun sebagian daerah pesisir belum menikmatinya
“Sampai mereka mengatakan bahwa kami belum merasakan kemerdekaan, oleh karena itu, bagi saya listrik itu sangat penting karena ini berkaitan dengan peningkatan kualitas hidup seseorang,” katanya.
Kebutuhan lainnya adalah persoalan air bersih, karena ini menyangkut pelayanan dasar. Bukan menyalahkan pimpinan sebelumnya, akan tetapi mereka telah melakukan yang terbaik untuk Muna. Soal kapasitasnya ibarat orang berlari, larinya hanya bisa 25 KM per jam.
“Jangan disalahkan pimpinannya, namun yang salah adalah kita, jangan-jangan kita yang salah memilih pemimpin. Kalau untuk Muna saat ini, sudah butuh pemimpin yang larinya 40 KM per jam. Berarti carilah yang seperti itu. Kalau hanya menunggu yang ada berarti kita tetap jalan di tempat. Pemimpin kedepan ini perlu akses di pusat sana , kalau hanya cuma berjanji semua orang bisa,” tegasnya.
Ditambahkannya, untuk mewujudkan bagaimana kemandirian ekonomi masyarakat baik itu di kota maupun di pedesaan, dirinya telah memiliki data bahwa di Indonesia saat ini jumlah wirausahawan hanya 3,1 persen dari total jumlah penduduk, berarti setiap seratus penduduk hanya 3 orang yang berwirausaha baik kecil, besar maupun menengah.
“kita harus ambil contoh bagaimana dengan negara di luar sana seperti Vietnam dan Kamboja, mereka itu sudah sampai 14 persen. Begitu ketinggalannya kita, artinya ini adalah tugas pemerintah ke depan bagaimana menciptakan akses-akses untuk tumbuhnya para wirausahawan baru,” bebernya.
Kemudian, bagaimana membuat pemerintah itu hadir mengembangkan pemerintahan yang efektif serta bebas korupsi, kolusi dan hal negatif lainnya. Ke depan, dirinya akan mengembangkan potensi daerah Muna yang kaya dengan alamnya, melalui kerja sama antar daerah apalagi daerah bertetangga.
“Andai kata saya terpilih jadi Bupati Muna, yang saya rangkul pertama adalah Bupati Muna Barat dan bupati lainnya, karena dalam pembangunan harus melihat dalam bentuk satu kawasan. Kita harus ada koordinasi antara kepala daerah, dan ketika saya mendaftar di Golkar saya berkomitmen untuk membesarkan partai dan memperhatikan serta mengambil bagian untuk memperbaiki gedung ini,” tutupnya.
Laporan: Phoyo









