TenggaraNews.com, MUNA– Bupati Muna LM. Rusman Emba meresmikan masjid Almuta’qin yang terletak di lingkungan I Sumur Bata, Kelurahan Raha II, Kecamatan Katobu, Kabupaten Muna, Jumat 15 November 2019.
Peresmian yang dirangkaikan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1441 H mendapatkan penjagaan ketat dari aparat kepolisian serta Polisi Pamong Praja (Pol PP). Penjagaan ketat aparat tersebut dilakukan lantaran beberapa masyarakat tidak menginginkan Bupati Muna itu meresmikan Masjid Almuta’qin.
Sebab, sebagaian masyarakat setempat menilai bahwa orang yang berkontribusi dalam penyelesaian rumah ibadah tersebut adalah Bupati Muna Barat (Mubar), LM. Rajiun Tumada.
La ode Abdul Kadir, salah satu masyarakat lingkungan I Sumur Bata mengatakan, bahwa dalam peresmian Masjid Almuta’qin terjadi gesekan antara beberapa pemuda, akibat pemasangan beberapa baleho di sekitaran masjid yang dilakukan oleh masyarakat dari kubu Rusman dan kubu Rajiun. Namun, kesalahpahaman tersebut akibat miss komunikasi yang akhirnya berujung dengan kesepakatan.
“Masyarakat tidak menginginkan bahwa dalam peresmian Masjid Almuta’qin dikaitkan dengan politik, sehingga disepakati dalam peremiannya, tetap dihadiri oleh Bapak LM. Rusman Emba sebagai pemotong pita,” ujarnya.
Kedatangan LM. Rusman Emba sekitar pukul 10.52 Wita disambut antusias oleh warga sekitar Sumur Bata, dengan pangalungan selendang selamat datang.
Dalam sambutannya, LM. Rusman Emba menyampaikan, bahwa momentum di Jumat berkah tersebut, masjid yang telah diidam-idamkan bisa terwujud, dan pembagunannya akan bekelanjutan serta bisa dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar.
“Di tahun 2020 mendatang, Insya Allah kita telah anggarkan Rp100 juta, yang jelas perubahan masjid ini akan terus berkelanjutan,” ucapnya.
Ucapan terimakasih pula disampaikan kepada seluruh masyarakat. Sebab, peresmian Masjid Almuta’qin terjadi dinamika di Lingkungan I Sumur Bata. Diyakininya, ketika berniat untuk melakukan kebaikan-kebaikan apalagi membangun rumah Allah, Insya Allah tidak ada halangan, rintangan yang berarti.
“Jika kita punya niat yang baik, Insya Allah ada jalan keluar, tentu ini merupakan satu momentum awal untuk terus memperbaiki iman dan takwa, untuk memperbaiki silaturahim diantara kita,“ katanya.
Ditambahkannya, selama lebih dari tiga tahun memimpin Muna bersama Malik Ditu, kondusifitas dan ketenangan di tengah-tengah masyarakat cukup baik. Namun, untuk mencapai hal yang paripurna tidak mungkin dalam tiga tahun semua masalah dapat terselesaikan.
“Namun percayalah dengan tekad yang kuat, dengan semangat yang besar dan tentunya mengharapkan ridho Allah, Insya Allah akan direstui apa yang menjadi harapan dan keinginan kita,” pungkas Ketua FKPP XXI Sultra itu.
Laporan: Phoyo









