TenggaraNews.com, MUNA– Calon Bupati (Cabup) Muna, Syarifuddin Udu (SU) mengklarifikasi terkait batalnya pengajuan pinjaman utang yang diusulkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muna beberapa waktu lalu, ke Bank Jawa Tengah (Jateng).
Apalagi, banyak pihak yang mengait-ngaitkan batalnya rencana pinjaman tersebut dengan niatan SU maju bertarung di Pilkada Muna.
Dikatakannya, tudingan yang dialamatkan kepasa dirinya tersebut tidak benar, karena salah satu syarat untuk mendapatkan dana pinjaman, daerah harus terbebas dari hutang.
“Batalnya pinjaman tersebut salah satunya karena Muna tidak memenuhi syarat. Jadi kalau jalan di Tampo rusak, jawabannya karena bukan saya yang menahan anggarannya. Tetapi jalanan di Kecamatan Napabalano menjadi prioritas daerah atau tidak. Kita berandai-andai, jika anggaran penimbunan laut dialihkan ke infrastruktur jalan, maka hitamlah jalan yang ada di Tampo,” ujarnya dihadapan masyarakat Napabalano, saat mengelar silaturahmi perdana beberapa waktu lalu.
Olehnya itu, SU menyampaikan, jika dirinya menjadi orang nomor satu di Kabupaten Muna, maka Ia berkomitmen untuk membangun infrastruktur terutama jalan, pasar, air bersih dan listrik.
Kemudian, lanjut dia, Ia juga akan melakukan upaya peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) melalui akses pendidikan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat baik di kota maupun di pedesaan dalam rangka mengembangkan potensi daerah.
“Tentu saya akan berusaha untuk membangun atau meningkatkan kerja sama antar daerah, dan harapan saya akan membangun pemerintahan yang bersih, efektif dan terpercaya. Olehnya itu, jika saya diberi amanah, maka Insya Allah semua itu akan terlaksana,” katanya.
SU juga menambahkan, selama beberapa waktu lalu melakukan sosialisasi kecil-kecilan di beberapa titik, penerimaan masyarakat terhadap dirinya cukup baik bahkan di sambut antusias oleh warga sekitar.
“Terima kasih buat warga Napabalano yang cukup baik menerima saya, sebelumnya kami juga melakukan sosialisasi kecil-kecilan di tiga titik, yang hadir lebih dari yang kita undang. Sekarang kita undang 700 malah yang hadir lebih dari 1500,” tambahnya.
H. Laode Tisi selaku salah satu tokoh masyarakat Napabalano mengatakan kehadiran SU memberikan warna baru di Pilkada Muna 2020 mendatang. Pasalnya, Syarifuddin merupakan birokrasi tulen yang menguasai seluk beluk birokrasi, dan dinilai sebagai satu-satunya putra Muna yang mencapai kesuksesan tertinggi di ibukota.
“Pada saat wajah beliau (Syarifuddin Udu, red) terpampang di beleho yang ada dipinggir jalan, saya kaget. Menurut saya, sudah inilah calon yang saya cari-cari karena beliau merupakan birokrasi tulen. Dimana, selama ini birokrasi penuh kemelut, mudah-mudahan beliau yang akan meluruskan kemelut yang ada di birokrasi tersebut,” jelasnya.
Laporan: Phoyo









