TenggaraNews.com, WAKATOBI – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Wakatobi melibatkan beberapa elemen masyarakat, yakni Pers, Ormas dan lembaga akademisi kampus dalam rapat kordinasi penanganan pelanggaran Pemilu.
Kordinator Devisi (Kordiv) Pengawasan, Hubungan Masyarakat dan Hubungan Antar Lembaga, Arfis mengungkapkan, menghadapi Pemilu 2020 mendatang dalam hal ini pemilihan kepala daerah (Pilkada), ada beberapa masalah utama yang menjadi fokus pengawasan Bawaslu Kabupaten Wakatobi.
“Masalah utama fokus pengawasan Pilkada itu ada beberapa poin, diantaranya politik uang atau money politik termasuk juga mahar politik dalam pencalonan,” ungkap Arfis, Rabu 11 Desember 2019.

Selain itu, netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN), TNI/Polri dan penggunaan fasilitas negara merupakan fokus pegawasan pada Pilkada Wakatobi mendatang.
Arfis juga menyampaikan, kebijakan kepala daerah yang menguntungkan atau merugikan peserta Pemilu tertentu, dan daftar pemilih bermasalah juga menjadi fokus masalah utama yang akan diawasi oleh pihaknya.
Dalam hal pengawasan, kata Arfis, tentunya butuh kerjasama dari semua elemen masyarakat terutama Pers dan Ormas yang dinilai pro aktif dan respon terhadap pelanggaran-pelanggaran Pemilu.
Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Jurnalis Online Indonesia (Join) Kabupaten Wakatobi Syaiful mengatakan, repat kordinasi Bawaslu diharapkan bisa terjalin hingga ke hari pemungutan suara di TPS nantinya, sehingga Pilkada Wakatobi berlansung secara rilex, aman, dan damai.
“Kami sangat mendukung. Bila perlu Pilkada Wakatobi kita jadikan sebagai panutan bagi daerah lain, tentunya bagi kita semua terutama Penyelenggara harus profesional dalam menjalankan tugas dan fungsinya, sesuai peraturan perundang-undangan, dan kita semua juga dapat berperan aktif untuk mengawasi dan mengawal Pilkada Wakatobi, dengan benar,” katanya.
Laporan : Syaiful









