TenggaraNews.com, MUNA – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Muna melaksanakan sosialisasi tahapan dan mekanisme penyerahan dukungan calon perseorangan pemilihan bupati dan wakil bupati tahun 2020, Senin 23 Desember 2019 di salah satu hotel di Kota Raha.
Kegiatan tersebut untuk memberikan informasi kepada masyarakat, yang ingin melakukan kompetisi calon perseorangan pada Pilkada tahun 2020 mendatang.
Akan tetapi, saat sosialisasi itu usai, beberapa peserta mengeluh karena mereka tak diberi uang pengganti transportasi.
Marzuki Dahlan, perwakilan dari Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) menyesalkan hal tersebut. Menurut dia, kegiatan yang diselenggarakan pihak KPU itu hanya buang-buang energi dan bensin.
“Aih, capeknya kita ikut baru tidak ada pengganti transportnya, buang-buang waktu saja. Padahal, kita sudah tinggalkan pekerjaan kita. Mana banyaknya juga yang kita tanda tangani,” keluh Marzuki pada awak media ini saat ditemui usai sosialisasi.
Menanggapi keluhan peserta sosialisasi, salah seorang staff KPUD Muna, Sarus mengungkapkan, bahwa dalam penyelenggaraan sosialisasi pihaknya sudah menanyakan ke pihak bendahara dan PPK, yang pada intinya uang transport tidak tertera dalam Rencana Kerja Anggaran (RKA).
“Memang untuk biaya transport itu tidak tertera dalam RKA-nya, saya juga sudah kroscek di bendahara, mengenai tiga kali absen itu sebagian untuk arsip, laporan dan pengiriman,” pungkasnya.
Laporan: Phoyo









