TenggaraNews.com, KOLAKA – Ketua Palang Merah Indonesia (PMI), Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Abdurrahman Shaleh membuka secara resmi Jumpa Bakti ke lll Palang Merah Remaja (PMR), Senin 23 Desember 2019.
Kegiatan yang dipusatkan di Alun-alun Lapangan Sembilanbelas November Kolaka mengusung tema “Dengan Jumbara PMR kita Perkuat Rasa Persaudaraan”.
Acara tersebut diawali dengan defile peserta Jumpa Bakti Gembira. Masing masing kontingan tampil sesuai dengan tema.
Beberapa diantaranya menampilkan persembahan penghormatan di depan panggung kehormatan, dan dilanjutkan dengan pelantikan pengurus PMI Kolaka dan Kolaka Timur.
Ketua PMI Sultra, Abdurrahman Shaleh mengatakan, di dalam pengurusan PMI mencoba membangkitkan kembali nilai-nilai kemanusian, dan selama ini sudah mulai kendur dan hilang di Sultra. Untuk itu, PMI harus berada di garda terdepan atas nama kemanusiaan untuk memperjuangkan.
“Untuk itu kita berbakti, dan rasa bakti itu untuk mempersembahkan di Bumi Mekongga, untuk bisa membagi bersama sama, mungkin juga di Buton Utara pengalamannya dan baktinya, mungkin juga ada di Konawe Utara dan mungkin juga di Kota Kendari dan seterusnya,” ucap Abdurrahman Shaleh.
Ketua DPRD Provinsi Sultra itu juga menambahkan, secara umum masyarakat mengetahui bahwa PMI erat kaitannya dengan donor darah, karena sebagai manusia cepat atau lambat pasti akan membutuhkan darah. Untuk itu, semua kepengurusan PMI mulai membuka unit donor darah seperti di Kolaka, Kota Kendari, Bau-bau dan kabupaten-kabupaten lainnya akan menyusul.
“Contohnya, di Kota Kendari, tadinya 600 kantong darah yang diproduksi sekarang bisa mencapai 1200, kalau kita bisa perbaiki, untuk mencapai 2500 kantong darah setiap bulan untuk masyarakat,” tambahnya.
Selain donor darah, kata dia, tugas PMI juga adalah penanggulangan bencana, baik musibah banjir dan seterusnya.
Lebih lanjut, Ia mengatakan, PMI juga sudah ikut serta ketika ada bencana, seperti bencana di Konawe Selatan. Saat bencana yang terjadi di Moramo, PMI pertama kali hadir di lokasi, sebelum unit lain hadir. Begitu juga ketika bencana terjadi di Konawe, PMI juga yang pertama hadir dan turut memberikan bantuan kepada masyarakat yang tertimpah bencana.
“Selain itu, tugas PMI pasca bencana yaitu memberikan santunan, membangun balai-balai kesehatan dan seterusnya. Jadi, tiga fungsi PMI yang selama ini diketahui adalah donor darah, maka dari itu, nilai kemanusian adalah ibadah kita untuk menjadi pengurus PMI, dan anak-anaku sekalian kalianlah pelanjut misi kemanusian, jangan ragu dan ajak semua teman teman kalian untuk masuk di PMI itu,” jelasnya.
“Mudah-mudahan di Jumpa Bakti Gembira yang ke lll ini, para peserta berikutnya akan ada, karena kita akan membentuk di kabupaten-kabupaten yang ada, sebelum kita menjadi ketua baru ada sepuluh kabupaten,dan sekarang kita melakukan pembenahan-pembenahan,” tambahnya.
Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Kolaka Ahmad Safei, Sekda Koltim Eko Santoso Budiarto, Kepala SAR Kendari Djunaedi, Ketua DPRD Kolaka Saenal Amrin, Wakil Ketua DPRD Kolaka Husmaluddin, unsur Forkopimda Kolaka dan Koltim.
Laporan: DeriyantoTetambe









