TenggaraNews.com, BELAWAN – Sebanyak 6 Kelurahan di Kecamatan Medan Belawan, Sumatera Utara (Sumut) tergenang air laut. Banyak rumah warga terendam dan kendaraan yang berjalan di jalan raya mogok di tengah jalan. Peristiwa ini terjadi, Jumat 5 Juni 2020.
Ke 6 kelurahan di Kecamatan Medan Belawan yang mengalami banjir yaitu Kelurahan Belawan I, Belawan II, Belawan Sicanang, Belawan Bahagia, Belawan Bahari dan Belawan Bagan Deli.
Naiknya air laut (pasang surut) di Kecamatan Medan Belawan sudah sering terjadi. Namun dalam dua minggu ini ke dalaman dan luas air laut yang menggenangi daratan belawan dan pemukiman masyarakat sangat berbeda dan semakin tinggi.
Masyarakat berpendapat bahwa penyebab makin seringnya dan makin tingginya air laut memasuki pemukiman masyarakat, diakibatkan penimbunan laut (reklamasi) yang pernah dilakukan Pelindo 1.
Seorang pedagang warga belawan bernama Iwan mengatakan tidak bisa berjualan keliling, karena kendaraan yang kerap digunakan selalu mogok terkena air laut.
“Sudah dua minggu aku tidak bisa berjualan seperti biasanya karena air pasang ini, padahal penghasilan kami hanya melalui jualan jajanan keliling,” ucapnya.
Sama halnya yang dialami Sitinjak warga Belawan I, tiap naik air pasang rumahnya menjadi langganan air laut dan tidak bisa beraktifitas.
“Setiap air pasang rumah kami selalu masuk air laut, tak ada yang bisa kami lakukan. Bahkan barang-barang rumah seperti TV, buku dan baju sekolah anak-anak harus diletakkan di atas lemari. Belakangan ini bukan hanya pasang besar (perdani) yang membuat air masuk ke rumah, namun pasang kecilpun rumah kami kerap digenangi air laut, ini semenjak penimbunan laut yang dilakukan Pelindo 1,” katanya.
Waktu naik dan surutnya pasang air laut berubah ubah, naiknya mulai sekitaran pukul 11: 30 Wib, dan Surut sekitaran pukul 16: 30 Wib bahkan hingga malam hari.
Laporan : RJ Samosir









