TenggaraNews.com, KENDARI – Badan Pengurus Daerah Perhimpunan Hotel dan Restoran (BPD PHRI) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), melihat ekonomi di Kota Kendari sudah mulai menggeliat, setelah beberapa bulan lamanya stagnan akibat pandemi Covid-19.
Ini terungkap dalam forum rapat yang dipimpin Ketua BPD PHRI Sultra Ir. Hugua bersama Sekretaris Eko Dwi Sasono dan sejumlah General Manager (GM) Hotel di Kota Kendari yang dilaksanakan dengan protokol normal baru di Hotel Claro, Jumat 5 Juni 2020.
Hugua mengatakan, paska lebaran Idul Fitri 2020 mulai terjadi peningkatan jumlah tamu hotel dan restoran yang dapat mencapai rata-rata 15 % dari Bulan Februari saat merebaknya Covid 19 di Indonesia yang tingkat hunian hanya berada pada kisaran 5% . “ Ini indikasi yang baik dan pertanda bahwa tingkat mobilitas penduduk untuk melakukan bisnis mulai menggeliat,” ungkap Hugua.
Lebih lanjut kata Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI)Sultra ini bahwa PHRI sudah mengeluarkan Pedoman Protokol Tatanan Normal Baru bagi hotel dan restoran , sehingga semua hotel dan restoran yang terdaftar resmi di BPD PHRI Sultra sudah menerapkan protokol tersebut.
Anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuagan ini menambahkan protokol normal baru dimaksud meliputi fasiltas cuci tangan di pintu masuk, pemeriksaan suhu tubuh dengan termometer infra merah, hand sanitizer , mesti pakai masker, pengaturan jarak kursi dan meja di loby dan restoran hotel dan semua kamar hotel dan ruangan pelayanan akan disemprot dengan disinfektan dua kali sehari untuk menjamin kebersihan lingkungan dari covid 19.
“ Yah jadi masyarakat tidak perlu lagi ragu untuk menginap di hotel dan makan direstoran,” ujar Hugua.
Dengan menggeliatnya kegiatan ekonomi khususnya disektor pariwisata, mantan Bupati Wakatobi meminta kepada pemda khususnya walikota Kendari untuk melengkapi fasilitas dan pedoman protokol normal baru di kawasan obyek wisata sehingga semua pengunjung terlindungi dari paparan Covid 19 .
Laporan : Rustam









