TenggaraNews.com, KENDARI – Menjelang hari raya Idul Adha 1441 Hijriah, warga muslim perlu meningkatkan penjagaan hewan ternak yang akan dikurbankan. Sebab jika, bisa apes didapat, seperti yang dialami warga Kelurahan Rahandouna, Kecamatan Poasia, Kota Kendari. Dua ekor sapi hilang digasak maling. Peristiwa naas ini diperkirakan terjadi Selasa dini hari, 28 Juli 2020.
Seorang warga Kecamatan Poasia bernama Mustari yang diberi amanah sebagai panitia untuk merawat sapi tersebut mengungkapkan, jumlah hewan kurban yang dibeli warga secara patungan sebanyak 3 ekor sapi.
Dalam masa penantian datangnya hari raya Idul Adha, sapi tersebut dirawat hampir satu bulan lamanya. Setiap pagi, Mustari mengeluarkan tiga ekor sapi itu ke sebuah tanah kosong yang berada di sekitar perumahan untuk mencari rumput.
Saat malam, Mustari lalu mengikat ketiga sapi tersebut di pohon yang tumbuh di tanah kosong berpagar beton keliling di Kelurahan Rahandouna, Kecamatan Poasia, Kota Kendari. Lokasi itu dekat dengan rumah Mustari.
Namun pada Selasa pagi,kaget bukan kepalang. Ini karena Mustari hanya melihat satu ekor sapi saja, sedangkan dua ekor hilang entah ke mana.
Setelah melihat itu, Mustari kemudian mendekat ke tempat sapi itu diikat. Betapa terkejutnya dia mendapat organ dalam dua ekor sapi sudah terburai di tanah. “Sisa ususnya, tapi sudah dibuang tadi pagi,” ujar Mustari.
Mustari menduga, pencuri sapi itu beraksi pada subuh, dan pencurinya lebih dari 5 orang dengan menggunakan kendaraan roda empat. “Pasti lebih dari 5 pencurinya karena dua ekor itu cepat sekali dikerjakan. Ini sapi juga jinak sekali,” tambahnya.
Akibat kejadian itu, Mustari merugi hingga puluhan juta rupiah karena harus mengembalikan uang warga yang dipakai membeli sapi kurban tersebut. “Ya terpaksa kita kembalikan uang warga. Karena mereka sudah setor uangnya,” ujarnya.
Ia mengaku masih akan berkonsultasi kepada keluarganya untuk melaporkan kejadian tersebut ke pihak Kepolisian.
Laporan : Ichas









