TenggaraNews.com. KENDARI – Pertamina Bau-bau mendistribusikan Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi pemerintah ke Kabupaten Wakatobi, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) diperkirakan 40 ton jenis premium dan 20 ton biosolar per sekali kirim.
Dalam sepekan, Pertamina Bau-bau dapat mengirim sampai dua kali. Namun itu sangat tergantung dari loading order (LO) dari Wakatobi.
“Kalau rincian datanya pihak Pertamina Sultra yang lebih tahu. Tapi kalau berdasarkan loading order, ya 40 ton premium dan 20 ton biosolar sekali kirim. Ini tersebar di empat SPBU Kompak dan empat SPBU mini di pulau-pulau lainnya,” kata Adi Rahman, Fiuel Terminal Manager Pertamina Bau-bau melalui saluran telepon, Kamis 10 September 2020.
Menanggapi adanya dugaan mafia BBM subsidi di kepulauan Wakatobi, Adi menjelaskan, kewenangannya hanya soal pendistribusian BBM dari Pertamina Bau-bau sampai ke SPBU. “Soal itu ada kewenangan pihak lain, ada bidang pengawasan,” ujarnya.
Disebutkan, pola distribusinya dari Kota Bau-bau menggunakan mobil tangka menuju Pelabuhan. Setelah itu dimuat dengan menggunakan kapal. Setiba di Wangi-wangi, BBM dimuat ditangki menuju SPBU. “Jadi dari darat menuju laut kemudian darat lagi,” katanya.
Meski demikian, Adi menduga banyaknya pengecer BBM subsidi di Wakatobi, ada dua kemungkinan, yakni ada oknum yang membeli dalam jumlah besar. “Misalnya dengan memodifikasi tangki BBM kendaraan, sehingga secara teknis tidak keahuan BBM diperoleh langsung oleh pengecer dari SPBU,” tulis Adi melalui pesan WhatsApp.
Kemungkinan lain, pengecer langsung membeli BBM ke SPBU dengan jerigen/drum yang secara teknis artinya BBM diperoleh langsung dari SPBU.
Laporan : Rustam









