TenggaraNews.com, WAKATOBI – Detik-detik hari pemilihan calon bupati dan Wakil Bupati Wakatobi, serentak kader tulen PDI-P Wakatobi beralih dukungan ke Pasangan Calon H. Arhawi – Hardin Laomo (HALO).
Mereka meninggalkan pasangan yang diusung partainya sendiri, yakni PDIP.
Tentu sikap yang yang diambil itu menjadi pertanyaan bagi masyarakat Wakatobi, kenapa pendukung utama justru beralih dukungan, apalagi mereka sebagai kader partai pengusung.
Tujuh Kader ulung PDI-P tersebut adalah lima pengurus DPC PDIP Wakatobi yaitu, Ketua Bapillu PDIP Wakatobi Muhammad Syawal, Ketua Bidang Kaderisasi Supardi, Ketua Badan Kehormatan Partai La Ode Masiuddin, Wakil Ketua Baguna La Ode Anwar, Sekretaris Bidang Eksternal Suprianto serta pengurus PAC, yakni Ketua PAC Tomia, M. Madamin dan Ketua PAC Kaledupa, Safaruddin.
Ketua Bidang Kaderisasi PDI-P Supardi membeberkan, jauh sebelum adanya Pasangan HALO, dirinya sudah menyatakan sikap tidak akan mendukung ketua partai yang gagal membesarkan PDIP di Wakatobi.
“Seorang ketua DPC PDI-P Wakatobi yang gagal total, gagal total tidak sebiji kerikil pun menyumbang selamat 3 tahun menjadi ketua DPC Wakatobi untuk pembangunan kantor DPC PDIP Wakatobi,” bebernya, Sabtu 14 November 2020.
Untuk diketahui ketua DPC tersebut, saat ini mencalonkan diri kembali sebagai Calon Bupati Wakatobi, dan pernah mencalonkan diri juga pada tahun 2015 lalu, yakni Haliana yang ditumbangakn H. Arhawi saat itu.
Hal itu senada dikatakan Ketua Badan Kehormatan La Ode Masiuddin dan Ketua Baguna PDI-P La Ode Anwar.
Mereka menegaskan, tidak berkhianat Kepada partai yang pernah membesarkan namanya.
Namun mereka justru tidak menyukai figur yang diusung PDIP.
Menanggapi banyaknya kader PDIP Wakatobi yang mengalihkan dukungannya ke Paslon yang diusung partai lain, Agus Sana’a Wakil Ketua DPD PDIP Provinsi Sultra menegaskan, sangat disayangkan hal itu terjadi.
Tapi yang jelas, kualitas kekaderan mereka di partai, hanya sebatas ada kepentingan pribadi.
Mestinya sebagai kader partai yang pernah mendapat manfaat dari partai, apa pun keputusan partai, harus dihormati dan dijalankan sebagai perintah.
“Dengan kualiatas kekaderan seperti mereka itu, partai sangat beruntung untuk mengamputasi kader-kader yang tidak tahu berterimakasih dengan partai,” jelas Agus sekira pukul 21.45 WITA, Sabtu 14 November 2020.
Laporan : Syaiful









