TenggaraNews.com, BUTON UTARA – Ketua DPC PDI Perjuangan, Ahmad Afif Darvin mengatakan, pelaksanaan debat kandidat pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Buton Utara (Butur) yang diselenggarakan KPUD Butur, Selasa 24 November 2020 di Aula Bapeda berjalan baik, menarik dan berkualitas.
“Dari hasil pengamatan, jagoan kami yakni Paslon nomor 3, Abu Hasan-Suhuzu (AHS) menguasai jalannya debat. Hampir semua sesi debat dan materi pertanyaan dari panelis tuntas di lahapnya dengan tema membangun Butur yang berkelanjutan,” ujar Wakil Ketua DPRD Kabupaten Butur itu, didampingi Ketua BP Pemilu, Hajrul Khairullah dan beberapa fungsionaris PDI Perjuangan serta tim pemenangan AHS.
Lebih lanjut, pria yang populer dengan sapaan Afif ini menyebutkan, bahwa ada beberapa catatan yang membuat suasana debat menjadi hangat. Seperti masalah korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN)di zaman Ridwan Zakariah sangat kontras, dibanding zaman Abu Hasan smpai saat ini tak ada satupun yang masuk penjara karena kasus korupsi.
Dikatakannya, hal ini cukup menyentak pasangan nomor 1 itu, sehingga Ahali sebagai calon wakil bupati Paslon RIDA tersebut banyak melakukan pembelaan yang seolah-olah menutupi kasus korupsi masa lalu. Apalagi publik mengetahui kasus-kasus korupsi di zaman Ridwan Zakariah –
Harmin, dan saat itu Ahali adalah penyidiknya.
Kemudian, lanjut Afif, penggunaan dana desa yang tidak efektif dan salah sasaran. Ini juga tema yang diangkat oleh Paslon nomor 1 itu sehingga ada kecendrungan menyalahkan para Kades.
Afif menambahkan, dari beberapa poin penting yang disampaikan Abu Hasan – Suhuzu, Ridwan Zakariah secara gentel mengakuinya sudah berjalan baik dan perlu penyempurnaan di masa yang akan datang.
“Kami dari koalisi kerakyatan PDI Perjuangan sebagai partai pengusung utama, dan PPP, PSI serta Hanura sebagai partai pendukung sangat berkeyakinan Paslon AHS Insya Allah akan kembali sukses dihajatan lima tahunan ini, pada 9 Desember 2020,” ungkapnya dengan penuh optimis.
Untuk itu, lanjut Ahmad Darvin, jangan paksakan diri jika kemampuan sudah tak ada dalam memimpin, ada baiknya memberikan kesempatan pada Abu Hasan-Suhuzu menuntaskan semua program-program lanjutannya mensejahterakan rakyat, dengan singkronisasi program pemerintah pusat dan daerah.
“Sebagai penutup, kami tetap berharap agar masyarakat Butur jangan salah pilih, kasihan jika pemimpin kita nanti dipenjara karena masa lalunya,” tutup Afif.
Laporan : Muhammad Beni









