TenggaraNews.com, WAKATOBI – Kabupaten Wakatobi memiliki potensi daya tarik wisata yang kaya dan beragam meliputi atraksi wisata alam, budaya dan buatan sehingga saat ini kabupaten Wakatobi ditetapkan sebagai salah satu 10 top destinasi pariwisata nasional.
Potensi tersebutlah yang menghidupkan inspirasi Pasangan calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Wakatobi, H. Arhawi dan Hardin Laomo (HALO) untuk membawa Wakatobi menuju pusat ekowisata dunia dengan berbagai potensinya.
Pesona wisata alam Wakatobi khususnya keanekaragaman hayati dan keindahan alam bawah laut yang merupakan aset yang sangat bernilai, dan menjadikan Wakatobi terkenal sebagai destinasi berkelas dunia saat ini.
Berdasarkan data dari operation wallacea dikemukakan bahwa di perairan laut Wakatobi dan sekitarnya terdapat 750 spesies terumbu karang dari 850 spesies yang ada di dunia serta dihuni oleh tidak kurang dari 942 jenis ikan.
Saat ini ada 123 dive spot yang sudah teridentifikasi yang tersebar di sepanjang perairan Wakatobi di Wangi-wangi, Kaledupa, Tomia dan Binongko.
Kabupaten Wakatobi juga memiliki Karang atoll sepanjang kurang lebih 48 Km dan tercatat sebagai karang atoll tunggal terpanjang di dunia serta menjadi hamparan panorama bawah laut yang indah.
Hal ini menjadikan Wakatobi sangat sempurna sebagai salah satu tujuan wisata penyelaman yang terbik didunia saat ini dan menjadikan kebanggaan Indonesia.
Tidak saja pesona bawah lautnya, tetapi Wakatobi kayak juga dengan daya tarik wisata alam lainnya berupa pantai yang indah laut dan hutan mangrove, hutan adat, perbukitan, Pulau kecil, Gua alam dengan staglagnit dan staglagtit, daun air asin, situs fosil biota laut, situs keramat alami, pohon Tua dan lain sebagainya.
Potensi objek wisata dan daya tarik wisata budaya maritim terdiri meliputi budaya perahu dan pelayaran, ilmu perbincangan dan oseonagrafi, jaringan perikanan dan pertanian, upacara adat dan kuliner koma pertunjukan dan ritual koma, permainan olahraga tradisional dan anyaman, lagu dan musik, tenun, seni rupa, dan pelajaran serta legenda lokal.
“Dengan potensi Kabupaten Wakatobi dan upaya pemerintah, serta dukungan dari masyarakat kita, Insya Allah semu itu dpt kita wujudkan dengan kerja-kerja ihklas dan sumber daya yang mumpuni,” ujar H. Arhawi, bupati petahana, Selasa 1 Desember 2020.
Adapun bagian dari pariwisata budaya bear dimensi peninggalan peradaban masyarakat budaya maritim wakatobi meliputi langgam arsitektur rumah panggung kayu dan tondo (pagar) watu (batu), rumah panggung bambung, benteng, makam-makam tua, perkampungan tradisional, dan kerajinan pandai besi.
pembangunan kepariwisataan di kabupaten wakatobi stella mengalami perkembangan dan kemajuan dari tahun ke tahun. berbagai indikator dari kinerja pembangunan kepariwisataan yang dicapai khusus pada 5 tahun terakhir dapat dilihat pada gambar and peningkatan angka kunjungan wisatawan, lama tinggal wisatawan, peningkatan pada sektor pariwisata, peningkatan jumlah unit usaha di sektor pariwisata serta pembangunan destinasi wisata baru.
Pembangunan kepariwisataan kabupaten wakatobi juga biar implikasi positif bagi peningkatan jumlah unit usaha dan ketersediaan lapangan kerja di sektor pariwisata meliputi hotel/resort, homestay, restoran/rumah makan, dive center, tour and travel, salon, souvenir shop, karaoke/tempat hiburan serta usaha wista MICE.
Pertumbuhannya dapat dilihat dari data yang ada yaitu pada tahun 2017 sebanyak 487 unit usaha kemudian mengalami perkembangan dari tahun ke tahun yaitu pada tahun 2018 menjadi 550 unit usaha dan pada tahun 2019 mencapai 624 unit usaha.
Dalam rangka meningkatkan hasil daya tarik wisata pemerintah daerah juga gencar mendorong pembangunan fasilitasdan obat wisata baru diempat pulau yang ada meliputi antara lain Rest area, pusat kuliner, marina, dermaga wisata, dive Senter, View point, selfie sport, long March, tracking mangrove, dan lain-lain. Sejak lima tahun terakhir terhitung mulai tahun 2016 telah terbangun terbanyak sebanyak 18 fasilitas pariwisata dan DTW baru di Kabupaten Wakatobi.
kontribusi sektor pariwisata juga terhadap pendapatan asli daerah (PAD) melalui pajak dan retribusi daerah di Kabupaten Wakatobi juga mengalami peningkatan setiap tahunnya.
Laporan : Syaiful









