TenggaraNews.com, KENDARI – Emak-emak korban kebakaran yang berdomisili di kompleks perumahan Kampung Mandiri Energi, dekat Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah Puuwatu, sudah bisa tertawa lepas saat Mayjen TNI (Purn) Andi Sumngerukka berkunjung memberikan sejumlah bantuan sosial.
Minggu sore, 12 Juni 2022, sekitar pukul 15.45 WITA, rombongan Andi Sumangerukka (ASR) bersama dua anggota DPRD Kota Kendari Abdul Rasak dan Andi Sulolipu, tiba di lokasi kebakaran rumah para pemulung sampah di TPA Puuwatu, tepatnya di Kelurahan Puuwatu, Kecamatan Puuwatu, Kota Kendari.
Sejumlah bantuan beras, mie instan, air mineral dan gula diberikan untuk meringankan beban warga yang rumahnya habis dilalap si jago merah pada Kamis, 9 Juni 2022 lalu.
Bahkan bantuan uang tunai untuk membeli ikan segar juga diberikan secara tunai kepada pengelola dapur umum di TPA Puuwatu.
Dalam peristiwa nahas tersebut, 26 Kepala Keluarga (KK) yang menjadi korban kehilangan tempat tinggal. Mereka itu mendiami 13 rumah semi permanen yang kini sudah rata dengan tanah.
Sejak peristiwa itu, warga korban kebakaran tak lagi fokus memulung sampah di TPA. Sampah plastik atau benda-benda yang masih bisa didaur ulang nyaris tak ada yang memperhatikan.
Sebab mereka dipusingkan hendak tinggal di mana lagi. Rumah tempat berteduh selama ini seketika hilang, bak di telan bumi.
Setelah menurunkan bantuan, Andi Sumangerukka, Abdul Rasak dan Andi Sulolipu lalu diajak masuk ke salah satu tenda pengungsi yang dibangun tim dari Dinas Sosial Kota Kendari bersama BPBD Kota Kendari.
Di dalam tenda berwarna putih itu, sejumlah emak-emak sudah menanti kedatangan rombongan ASR.
Forum dialog pun dibuka secara spontan oleh emak-emak. “Terima kasih pak atas kunjungannya Pak ASR. Terima kasih atas bantuan yang sudah diberikan,” kata Mama Refly salah seorang emak-emak yang membuka pembicaraan.
Dalam dialog itu, beberapa kali para emak-emak ini terdengar tertawa lepas. Terkesan mereka lupa bahwa baru saja rumah tempat tinggalnya terbakar.
Masih dalam dialog, emak-emak menyampaikan keluhan kesulitan yang dirasakan selama kehilangan tempat tinggal.
Keluhan tersebut yakni, tidak lagi memiliki kompor gas untuk memasak.
Mendengar keluhan tersebut, secara spontan Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka langsung menyatakan memberikan bantuan kompor beserta tabung gasnya.
“Saya bantu ibu-ibu kompor bersama tabung gasnya sebanyak 26 unit. Tapi ingat, jangan sampai rumah terbakar lagi karena gas,” kata Andi Sumangerukka yang saat ini menjabat Ketua Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Provinsi Sultra ini.
Mendengar pernyataan tersebut, emak-emak langsung tertawa. “Insya Allah tidak terbakar pak,” kata emak-emak secara serentak sembari tertawa terbahak-bahak.
Setelah dibantu kompor gas beserta tabungnya, emak-emak korban kebakaran belum selesai menyampaikan keluhannya. Kali ini soal perabot rumah tangga mereka yang habis terbakar.
“Kalau bisa pak, kami juga dibantu pak isi dalam rumah tangga. Karena habis semua terbakar pak,” pinta seorang emak-emak.
Tanpa basa basi, jenderal bintang dua di TNI AD ini langsung memberikan jawaban. ” Karena rumah akan dibangunkan kembali pemerintah, maka insya Allah akan kami kompensasikan bantuan ke dalam bentuk bantuan dana saja,” ujar ASR.
Mendengar bantuan tambahan kompensasi dana, emak-emak langsung tertawa lepas lagi.”Amin. Amin. Atas semua bantuannya pak,” kata emak-emak spontan.
Dana kompensasi akan diberikan ASR kepada korban kebakaran, karena pada awalnya tim ASR akan membangunkan rumah yang baru.
Namun karena ini menjadi kewenangan Pemkot Kendari, sehingga dananya akan diberikan langsung kepada warga korban kebakaran sebanyak 26 KK.
Laporan : Rustam









