Tenggara News
  • Daerah
  • Politika
  • Nasional
  • Kombis
  • OPINI
  • TNC Inspiration
  • ADVETORIAL
  • Redaksi
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    • Peraturan Dewan Pers
    • Redaksi
    • Tentang Kami
No Result
View All Result
Tenggara News
  • Daerah
  • Politika
  • Nasional
  • Kombis
  • OPINI
  • TNC Inspiration
  • ADVETORIAL
  • Redaksi
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    • Peraturan Dewan Pers
    • Redaksi
    • Tentang Kami
No Result
View All Result
Tenggara News
No Result
View All Result
Home Ibukota

Hj. Endang Mahkota, Sosok Dibalik Laris Manisnya Tenunan Khas Sultra

Redaksi by Redaksi
March 23, 2018
in Ibukota, Kombis
0
Smiley face

Mereguk Kesuksesan Setelah Berkali-kali “Jatuh”

Laporan: Ikas Cunge

 

TenggaraNews.com, KENDARI – Tenunan khas Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) kini telah go nasional dan mendunia. Hal ini pun menjadi kebanggan bagi masyarakat bumi anoa. Setiap wisatawan domestik maupun asing yang berkunjung ke jazirah Sultra, produk tenunan kerap kali dicari untuk oleh-oleh sanak keluarga mereka.
Jika berbicara soal tenun khas Sultra, maka sudah pasti akan langsung merujuk pada sosok wanita tangguh berikut, yang tekun dan ulet mengembangkan motif-motif khas bumi anoa dengan penuh rasa cinta.

Hj. Endang, dialah sosok yang paling berjasa dalam pengembangan produk tenunan di Sultra, melalui jemari dan kecerdasanya, owner Mahkota Tenun ini telah menghasilkan beragam motif, yang kemudian dirajut menjadi lembaran-lembaran kain tenun siap dijual.
Beragam pameran, baik skala nasional maupun international sering diikuti. Hal ini pula yang menjadikan tenunan khas Sultra dikenal hingga ke ke kanca dunia.
Kendati berada pada posisi tersebut, Hj. Endang belum mau dikatakan sukses. Pasalnya, masih banyak impiannya yang belum terwujud, sehingga dirinya terus berkarya untuk memberikan yang terbaik bagi daerah ini.
Ditemui beberapa waktu lalu di sebuah warung kopi (Warkop), melalui pembicaraan santai, dirinya banyak bercerita soal perkembangan usaha hingga kendala yang dihadapi.
Saat ditanya soal perjalanan usahanya, dengan senyum kecil dia pun memulai percakapan tersebut bersama para penggiat Komunitas Jurnalis Jalan Jalan (KJ3) yakni Rustam Djamaluddin sebagai Pembina, Mirkas sebagai Ketua KJ3 dan Muhammad Fadhil Attamimi selaku Wakil Ketua I KJ3.
Tepat di Tahun 2007 lalu, Hj. Endang memulai usaha dengan menjual obralan berupa tas, jilbab dan sepatu di Mall Mandonga Kendari. Barang jualan tersebut bukanlah miliknya, melainkan punya teman yang memberikan kepercayaan terhadap dirinya. Sehingga, bisa dikatakan bahwa dirinya saat itu tak memiliki modal, karena dua kali mengalami kerugian akibat musibah kebakaran di Pasar Mandonga, yakni pada Tahun 1999 dan 2000 lalu.
Bahkan, pasca pasar tempat dirinya berjualan sembilan bahan pokok (Sembako) selama 15 tahun tersebut terbakar, tiga tahun berikutnya dia pun menganggur karena kehabisan modal usaha.

Kondisi tersebut memberikan pelajaran berharga bagi dirinya, bahwa untuk merintis sebuah usaha ternyata tak mesti harus memiliki uang sebagai modal utama, tetapi kepercayaan dan pertemanan bisa menjadi modal.
Seiring perjalanan waktu, di periode pertama masa pemerintahan Nur Alam dan Saleh Lasata sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Sultra, pemerintah saat itu tengah gencar mempromosikan tenunan khas Sultra. Anehnya, tidak ada satu pun toko oleh-oleh yang menjual tenunan tersebut, kalaupun ke Dekranasda pilihannya juga sangat sedikit.
Kondisi tersebut memotivasi dirinya untuk turut serta memberikan kontribusi positif dalam pembangunan daerah. Olehnya itu, dirinya pun pulang ke rumah kemudian membongkar lemari ibunya, dan menemukan banyak koleksi tenunan, mulai dari yang berukuran kecil hingga besar.
Kemudian, wanita yang populer dengan sebutan Endang Mahkota ini mulai mencoba mempelajari ciri khas setiap daerah di Sultra, mulai dari filosofi hingga peletakan kembang. Hal itu dilakukannya dengan inisiatif bertanya pada banyak orang, yang memahami dengan kekayaan daerah ini, seperti isteri Anas Bunggasi.
Alhasil, Ia pun mulai menekuni profesi tersebut, dan hingga saat ini karyanya pun telah menembus pasar nasional dan international.

 

You Might Also Like

Ketua KNPI Sultra Hendrawan, Desak Gubernur Copot Kadis Kominfo Sultra

Telkomsel Suport Perhelatan STQH Nasional XXVIII  di Kota Kendari

OJK Sultra Inisiasi Program Pengembangan Ekonomi Daerah

GMNI Kendari Tuntut Fungsi Pengawasan DPRD Sultra Hingga Monumen Randi-Yusuf ‎

  •  Perjuangan Tak Kenal Lelah, Demi Rasa Cinta Terhadap Daerah

Cerita pahit yang dialaminya di atas tak berhenti menemani perjalan Hj. Endang dalam menekuni usaha tenunan tersebut. Meski telah berhasil survive dari keterpurukannya, namun kendala lain tentu masih saja banyak yang ditemukan. Salah satunya, minimnya Sumber Daya Manusia (SDM) di Sultra yang bisa tekun menenun. Khususnya di Kota Kendari dan sejumlah daerah di daratan bumi anoa.

Smiley face
Sedangkan untuk wilayah kepulauan, Kabupaten Buton dan Muna bisa memberikan kontribusi hasil tenunan, karena didua daerah tersebut masih memiliki warga yang tekun menenun.
Dikatakannya, khusus tenunan Muna dan Buton didatangkan langsung dari kedua daerah tersebut. Sedangkan untuk daerah lain proses produksinya di luar daerah seperti Sengkang hingga Jepara.
“Kalau di Buton dan Muna masih banyak alat tenun. Makanya, untuk motif di dua daerah tersebut di produksi di sana juga,” ujarnya.
Di tengah minimnya SDM, Endang Mahkota memutuskan untuk membeli motif di Dekranasda Sultra, kemudian memproduksinya di Kabupaten Sengkang. Namun, keputusannya itu ternyata dipertanyakan oleh Ketua Dekranasda Sultra yang juga istri Gubernur saat itu, Tina Nur Alam.
Anggota DPR RI itu memprotes kenapa harus memproduksi tenunannya ke daerah lain. Lalu, Ia pun memberikan pemahaman bahwa aktivitas menenun itu harus dilakukan turun temurun, dan hanya orang yang tekun, telaten dan ikhlas yang bisa menenun, tidak semudah membalikan telapak tangan, karena prosesnya berpuluh-puluh tahun, sehingga jika mau mengkader sangat susah.
Kendati demikian, Tina Nur Alam tetap ngotot agar masyarakat Kota Kendari diberdayakan, yang dimulai dengan memberikan kursus menenun. Setelah dicoba, ternyata tidak ada yang bisa bertahan untuk menekuni profesi tersebut di ibukota provinsi ini. Hanya di muna dan Buton saja yang masih bertahan menghasilkan tenunan khas kedua daerah tersebut hingga saat ini.

Lebih lanjut, Endang menjelaskan, bahwa setiap daerah memiliki keragaman motif, tapi ada juga yang paling populer. Kabupaten Kolaka misalnya, meiliki dua motif, tapi yang paling populer adalah motif sangia.
Dari semua jenis motif yang ada, bunga cinta khas Kabupaten Koltim merupakan karya yang paling mahal dan berkelas. harganya mencapai hingga Rp 600 ribu per lembarnya. Hanya saja, dirinya selalu berkeinginan agar masyarakat bawah bisa menggunakan hasil karyanya, sehingga dirinya membuat produk dengan bunga yang sama tapi harga terjangkau.
Dirinya ikhlas dalam berkarya karena didasari atas rasa cintanya terhadap daerah ini. Namun hal itu tak disambut baik pemerintah yang masih kurang respek. Padahal, dirinya selalu membuka ruang jika pemerintah ingin bersinergi dalam mengembangkan produk tenunan. Seyogyanya pemerintah bisa melibatkan pihak-pihak yang telah lama menekuni bidang tersebut, sehingga bisa menghasilkan produk yang berkualitas dan sesuai dengan keinginan pasar
“Kami tidak meminta untuk di bayar kok, malah kami bangga jika bisa berkontribusi untuk daerah,” ungkapnya.
  • Keluarga Selalu Jadi Penyemangat Saat Terjatuh

Setiap usaha dan upaya selalu dibarengi dengan dua hal, yakni kesuksesan dan kegagalan. Kendati kerap berada dalam posisi yang kurang memuaskan (terjatuh), Hj. Endang selalu sigap untuk berusaha bangkit lagi.

Dalam kondisi tersebut, orang-orang terdekat seperti keluarga dan sahabat lah yang paling banyak memberikan penguatan. Bahkan, anak-anaknya sudah sangat mengerti dengan dunia yang saat ini dijalaninya.
Selain itu, rasa cinta terhadap daerah ini juga membuatnya semangat dan selalu termotivasi untuk mengembangkan tenunan khas Sultra. Sehingga tidak ada kesulitan baginya, karena dirinya enjoy dan mencintai profesi tersebut. Sebab, merangkai warna dan motif sudah menjadi bagian dari hidupnya.
Saat ini dirinya memutuskan untuk menutup gerai di Mall Mandonga, dan tengah fokus menggarap outlet di Grand Clarion Hotel dan sementara preapare di Bandara Halu Oleo. (*)
Post Views: 438
Tags: #Hj.Endang#MahkotaTenun#pengusaha#Profil#Sultra
Previous Post

Tingkatkan Capian Kampung KB, BKKBN Sultra Sinergikan Program KKBPK Bersama OPD

Next Post

Soal Ikan Kaleng Mengandung Cacing, Ashar Desak BPOM Kendari Perketat Pengawasan

Redaksi

Redaksi

Related News

Ketua KNPI Sultra Hendrawan, Desak Gubernur Copot Kadis Kominfo Sultra

Ketua KNPI Sultra Hendrawan, Desak Gubernur Copot Kadis Kominfo Sultra

by Redaksi
October 17, 2025
0

TenggaraNews.com, KENDARI - Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Sulawesi Tenggara (Sultra) mendesak Gubernur Sultra, Andi Sumangerukka (ASR) segera mencopot Kadis...

Telkomsel Suport Perhelatan STQH Nasional XXVIII  di Kota Kendari

Telkomsel Suport Perhelatan STQH Nasional XXVIII  di Kota Kendari

by Redaksi
October 14, 2025
0

TenggaraNews. com, KENDARI– Telkomsel kembali mengambil peran aktif dalam event keagaaman dan kebudayaan nasional. Kali ini, Telkomsel berpartisipasi dalam perhelatan...

OJK Sultra Inisiasi Program Pengembangan Ekonomi Daerah

OJK Sultra Inisiasi Program Pengembangan Ekonomi Daerah

by Redaksi
October 8, 2025
0

TenggaraNews.com, KENDARI - Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) kembali menunjukkan potensi besarnya sebagai salah satu daerah penghasil kakao terbesar di Indonesia....

GMNI Kendari Tuntut Fungsi Pengawasan DPRD Sultra Hingga Monumen Randi-Yusuf  ‎

GMNI Kendari Tuntut Fungsi Pengawasan DPRD Sultra Hingga Monumen Randi-Yusuf ‎

by Redaksi
September 26, 2025
0

‎TenggaraNews. Com, KENDARI - Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kendari menggelar demonstrasi di depan Kantor DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara terkait...

Next Post
Soal Ikan Kaleng Mengandung Cacing, Ashar Desak BPOM Kendari Perketat Pengawasan

Soal Ikan Kaleng Mengandung Cacing, Ashar Desak BPOM Kendari Perketat Pengawasan

Awali Weekend, Hugua Nikmati Alunan Musik Jazz di Plaza Inn Hotel

Awali Weekend, Hugua Nikmati Alunan Musik Jazz di Plaza Inn Hotel

Trending News

Korban Meninggal Bertambah, Mahasiswa Teknik Hembuskan Nafas Terakhir Usai Operasi

Korban Meninggal Bertambah, Mahasiswa Teknik Hembuskan Nafas Terakhir Usai Operasi

September 27, 2019
Ayah Randi: Kasihan Anaku, Saya Pikir Dia yang Akan Mandikan Jenazaku

Ayah Randi: Kasihan Anaku, Saya Pikir Dia yang Akan Mandikan Jenazaku

September 27, 2019
Tiba-tiba Dicerai Istri, Suami Milyarder di Wakatobi Jadi Melarat

Tiba-tiba Dicerai Istri, Suami Milyarder di Wakatobi Jadi Melarat

September 17, 2019

About

The best Premium WordPress Themes that perfect for news, magazine, personal blog, etc.

Categories

  • ADVETORIAL
  • crime & Justice
  • Daerah
  • Education
  • Ibukota
  • Kombis
  • Komunitas
  • Kongres PAN
  • Nasional
  • News
  • Operation
  • OPINI
  • Opinion
  • Perempuan dan Anak
  • Politic
  • Politika
  • Ramadhan Story
  • TNC Edukasi
  • TNC Health
  • TNC Inspiration
  • TNC Sportainment
  • TNC TV
  • Uncategorized
  • Veteran

Tags

#Ali Mazi #Asrun #Basarnas #Bombana #Demo #DPR RI #Gerindra #Golkar #Hugua #Jakarta #Jakarta Barat #Kendari #Kolaka #Konawe #Konkep #Konsel #konut #Korupsi #KPU #Kriminal #Muna #Narkoba #Opini #Pariwisata #PDIP #Pemkot #Pilcaleg #Pilgub #Pilgub Sultra #Politik #Polres #polres muna #Rusda Mahmud #Sjafei Kahar #Sultra #Tambang #Teguh Setyabudi #tenggaranews #Tenggaranews.com #TNI #VDNI #Wakatobi Dr Bahri Pemda Mubar Virus Corona

Recent Posts

  • Usut Penyebab Kematian Baim, Polisi Periksa 4 Orang Saksi
  • Kapal Penumpang KM. Napoleon Turunkan Penumpang di Pelabuhan Ilegal
  • Purchase Now
  • Features
  • Demos
  • Support

© 2022 Tenggara News – Portal Media Online Sulawesi Tenggara

No Result
View All Result
  • Daerah
  • Politika
  • Nasional
  • Kombis
  • OPINI
  • TNC Inspiration
  • ADVETORIAL
  • Redaksi
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    • Peraturan Dewan Pers
    • Redaksi
    • Tentang Kami

© 2022 Tenggara News – Portal Media Online Sulawesi Tenggara