TenggaraNews.com, KENDARI – Deklarasi Komunitas Jurnalis Jalan Jalan (KJ3) yang dirangkaikan dengan talk show pariwisata, dengan mengusung tema “Bedah Potensi Pariwisata Sultra” akan segera digelar dalam waktu dekat ini. Agenda yang diinisiasi para jurnalis media online se-Sultra ini mendapatkan apresiasi dari berbagai pihak, salah satunya pengamat ekonomi nasional, Abdul Rahman Farisi (ARF).
Olehnya itu, ayah dua anak ini mengimbau agar perhelatan itu didukung dengan sinergitas lintas sektoral, khususnya Dinas Pariwisata Sultra, dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkorpimda) di 17 Kabupaten/Kota se-Sultra.
“Kita butuh model promosi yang terintegrasi dengan baik dalam bentuk pengelolan informasinya, konten dan penyebarannya,” ujar pria yang akrab disapa Boge, melalui wawancara eksklusif via Whatsapp, Selasa 27 Maret 2018.
Pada sisi ini, kata dia, memang belum optimal. Program seperti ini merupakan salah satu solusi. Dan harus didukung dengan sinergitas yang maksimal. Hasilnya, pemerintah akan mudah mendorong pemasaran potensi wisata di Sultra
Menurut dia, selain menjadi solusi nyata dalam konteks perkembangan perekonomian daerah, program ini juga menjadi momentum yang tepat bagi seluruh pihak yang berkompeten, dalam hal ini pemerintah terkait, untuk menelaah masalah ataupun kendala dalam pengembangan sektor kepariwisataan di Sultra, sehingga bisa melahirkan solusi nyata.
“Media selain sebagai sarana publikasi, juga harus menjadi mitra kritis pemerintah. Acara ini jelas bukan hanya seremonial belaka. Dari momentum talkshow itu, kita bisa mengetahui bahkan mencetuskan solusi desain model promosi pariwisata dengan seluruh instrumen pendukung di dalamnya, termasuk peta infrastruktur wisata, model penunjang dan potensi arus kunjungan wisata di daerah masing-masing,” jelas Koordinator peneliti ekonomi Indonesia Timur itu.
Program talkshow bedah potensi pariwisata sekaligus deklarasi Jurnalis Jalan-jalan (J3) ini diketahui menjadi langkah awal bagi komunitas, yang dibentuk oleh sejumlah jurnalis yang tergabung dalam organisasi Jurnalis Online Indonesia (JOIN) Kendari dan Ikatan Wartawan Online (IWO) Sultra, untuk tidak hanya melakukan tugas peliputan pariwisata di 17 kabupaten/kota se-Sultra, namun juga menjadi momentum pergerakan jurnalis sebagai mitra kritis pemerintah.
Hal itu ditegaskan oleh Ikas Cunge, salah satu inisiator event bedah potensi pariwisata dan deklarasi J3, yang juga merupakan Ketua DPD JOIN Kendari.
“Ketika kami melakukan riset kecil-kecilan ke beberapa destinasi wisata, kami kemudian bertanya-tanya. Apa sebenarnya yang sudah dilakukan oleh pemerintah dan pihak terkait? mengapa potensi pariwisata kita hanya sebatas publikasi seremonial melalui event tahunan semata? Harusnya dengan potensi kekayaan alam ini, Sultra bisa bergerak lebih jauh dari daerah lain,” ungkapnya.
Karena itu, pria berperwakan tambun itu berharap, agar pemerintah, pelaku industri jasa pariwisata, pengamat ekonomi nasional, serta keynote speaker (pembicara utama) yang dihadirkan dalam agenda Talkshow kali ini, bisa mencetuskan solusi nyata bagi perkembangan pariwisata Sultra yang sebagian dianggap belum dikelola dengan maksimal, bahkan ada beberapa yang dianggap seolah “mati suri” dari sisi pengelolaan dan pemberdayaannya.
“Kekuatan publikasi memang penting sebagai sarana promosi. Tapi alangkah lebih baik lagi jika lintas stekholder pemangku kepentingan, penggagas regulasi, dan pengamat memberikan kontribusi berupa solusi dari diskusi, yang kami kemas dalam nuansa kekeluargaan pada 7 April mendatang. Melalui deklarasi KJ3 dan Talkshow pariwisata ini semoga bisa menjadi momentum yang tepat untuk menjadikan Sultra lebih maju, dan berkembang tanpa menggeser nilai-nilai budaya, etika, dan kearifan lokal itu sendiri,” pungkasnya.
Laporan: Muhamad Isran









