TenggaraNews.com, KENDARI – Mantan Komisioner Bawaslu Sultra, La Ode Darmono mengungkapkan, bahwa menjalani dunia politik sama dengan menjalani takdir. Kemampauan kita hanya sampai pada perkiraan saja, begitupun dengan dirinya pribadi yang pada hari ini memutuskan untuk memilih mendukung pasangan Ali Mazi – Lukman (Aman), pada pilkada 27 Juni akan datang.
Menurutnya, dari tiga pasang calon (Paslon) yang akan bertarung, Paslon nomor urut 1, Ali Mazi – Lukman memiliki peluang yang lebih besar. Alasannya, pasangan ini dari sisi geopolitik sangat diuntungkan.
Diterangkannya, Ali Mazi adalah representasi masyarakat kepulauan. Ketokohannya sangat tidak diragukan lagi. Ali Mazi dikalangan masyarakat kepulauan utamanya masyarakat Muna adalah sosok yang familiar. Saat menjadi gubernur, dia telah berkontribusi banyak untuk pembangunan di daerah kepulauan.
Lebih lanjut, Darmono menjelaskan, pemekaran Kabupaten Buton Utara misalnya, yang dulunya adalah wilayah Kabupaten Muna, ini adalah buah dari tangan dingin kepemimpinan Ali Mazi saat itu. Bukan itu saja, karya karya Ali Mazi yang lain masih banyak seperti pembukaan jalan-jalan baru penghubung antar kabupaten di Sultra, jalan-jalan yang menjadi kewenanga propinsi semuanya dipermulus, Bandara Haluoleo, Tugu Persatuan dan masih banyak lagi.
“Sedangkan Lukman Abunawas adalah tokoh yang merepresentasikan masyarakat daratan. Tentu ini adalah pasangan ideal, perpaduan daratan dan kepulauan,” jelasnya, Selasa 27 Maret 2018.
Selain itu, kata dia, masifnya sosialisasi atau kampanye yang dilakukan pasangan AMAN yang hingga ke pelosok-pelosok desa, dan antusias masyarakat untuk mengahadiri kampanye adalah bukti bahwa pasangan AMAN sangat dirindukan oleh masyarakat Sultra, untuk kembali memimpin Sultra lima tahun akan datang.
Darmono menambahkan, program-program yang di sampaikan AMAN sangat menyentuh kebutuhan masyarakat. Seperti rencana pembangunan jembatan penghubung antara kabupaten Konsel dan Muna. Ini adalah program spektakuler, sebab jembatan ini juga menghubungkan daerah-daerah lain di wilayah kepulauan seperti Kabupaten Buton Tengah, Buton Selatan, Buton, Kota Bau-Bau dan Buton Utara.
Kehadiran jembatan tersebut sangat dinanti-nantikan oleh masyarakat di daerah tersebut. Di bidang SDM, program pasangan AMAN seperti penempatan pejabat yang mempertimbangkan unsur keterwakilan wilayah. Ini adalah sesuatu yang baru bagi masyarakat Sultra dan sudah pasti akan disambut baik dan menjawab dengan memenangkan pasangan AMAN.
“Atas dasar itulah maka saya menjatuhkan pilihan ke Paslon AMAN. Tentu ini bukan saja sekedar saya memilih, tetapi saya juga akan berusaha untuk mengajak dan meyakinkan semaksimal kemampuan saya, mulai dari keluarga saya, tetangga dan teman-teman saya untuk bersama sama memenangkan pasangan AMAN,” pungkasnya.
Laporan: Ikas Cunge








