TenggaraNews.com, BUTON UTARA – Kondisi infrastruktur di Kabupaten Buton Utara (Butur) nampak memprihatinkan. Selain ruas jalan yang rusak parah, beberapa jembatan yang dilalui juga tak memadai bahkan membahayakan pengendara jika melintasinya. Anehnya, pemerintah terkesan tutup mata dan telinga.
La Ode Raudah, warga asal Kabupaten Buton menyayangkan kondisi infrastruktur tersebut, seraya meminta perhatian dari Pemerintah Buton Utara dan Pemerintah Provinsi Sultra agar jembatan itu segera dibenahi, sebelum memakan korban
Kepada TenggaraNews.com, La Ode Rauda menceritakan perjalanannya ke Kabupaten Butur. Pada Tanggal 19 Juni 2018 yang lalu, dirinya bersama beberapa orang rekannya mengunjungi seorang kawan yang kini menjadi guru di Langkumbe, Buton Utara. Kunjungan yang mengambil start dari Baubau ke Buton Utara ditempuh dalam waktu 7 jam. Walaupun medan yang berat dilalui dalam perjalanan pergi sepanjang ratusan kilomater, namun dapat dilewati dengan selamat. Hal yang berbeda pada siang di hari kepulangan mereka pada tanggal 20 Juni 2018.
“Di sebuah daerah yang bernama Soloi Agung di Buton Utara terdapat sebuah jembatan dengan landasan kayu balok yang tidak utuh lagi,” ujarnya, Senin 25 Juni 2018.
Lebih lanjut, dia menjelaskan, kondisi jembatan tersebut nampak berlubang pada beberapa sisi, dan betapa berbahayanya jalur yang akan dilalui oleh kendaraan tersebut. Pada bagian depan, terlihat ruang kosong atas balok yang sangat berbahaya bagi kendaraan.
“Butuh kehati-hatian yang sangat dan kemurahan hati dari Allah SWT, agar perjalanan saat itu dapat diselamatkan dari musibah malapetaka khususnya di jembatan maut itu,” jelasnya.
Olehnya itu, dia berharap kepada Pemerintah Kabupaten Butur dan Pemerintah Provinsi Sultra tolong segera tangani jembatan yang rusak itu.
“Jangan tunggu nanti dipublish media tentang adanya korban jiwa dan harta akibat melewati jembatan maut itu, baru kemudian bergerak mendatangkan solusi,” pungkasnya.
Laporan: Ikas Cunge









