TenggaraNews.com, KOLAKA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buton Utara (Butur) tak hanya fokus pada pembangunan infrastruktur dasar. Dibawah kepemimpinan Abu Hasan, Pemkab Butur kini tengah serius membangun kekuatan pangan melalui program pertanian organik.
Pada dasarnya, program pertanian organik ini memiliki empat agenda besar yakni memberikan subsidi untuk optimasi lahan, subsidi bibit, pupuk dan pemasaran. Keempat hal tersebut merupakan satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan. Hal inilah yang sedang didorong Pemkab Butur, baik yang tengah dirancang konsepsi formulasinya dan yang lainnya sudah direalisasikan.
Abu Hasan menjelaskan, sejak diawal pemerintahannya bersama Ramadio, pihaknya terus melakukan pengembangan dan pendampingan terhadap para petani, dalam rangka menjadikan pertanian organik sebagai kekuatan besar untuk pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat, dan berdampak pada sektor perekonomian warga yang menggantungkan hidup dari profesi petani.
Olehnya itu, dirinya terus berinovasi dan melibatkan pihak-pihak terkait, untuk mewujudkan pertanian organik yang berdaya saing, serta memberikan hasil maksimal bagi para petani di daerah tersebut.
Lebih lanjut, Ketua DPC PDIP Butur ini menyebutkan, adapun berbagai hal yang dilakukan oleh pihaknya, dalam menyebarluaskan informasi terkait program tersebut, yakni melalui osialisasi yang kini sudah mulai merambah ke lembaga akademik, untuk menyampaikan fikiran tentang pertanian organik ini.
“Inipun belum cukup sebenarnya. Makanya, saya akan terus menyampaikan konsep-konsep yang kita kembangkan di Butur,” kata Ketua KAHMI Sultra ini, Kamis 6 Desember 2018.
Abu Hasan juga menambahkan, program terbaru yang akan mulai diterapkan seutuhnya di Butur pada 2019 mendatang adalah konsep Agro Marine, yakni konsep memanfaatkan potensi di darat sebesar-besarnya untuk potensi pertanian dalam arti luas, serta menggali potensi di laut secara maksimal.
Untuk potensi di sektor kelautan, lanjutnya, Butur memiliki kawasan pengembangan rumput laut di Teluk Kulisusu, serta perikanan tanggap ikan tuna di perairan Kulisusu bagian belakang yang berbatasan langsung dengan laut banda. Makanya, kata dia, pihaknya akan mensosialisasikan pengembangan konsep Agro Marine tersebut di berbagai event.
Menurut dia, hal itu penting dilakukan agar ada integralistik antara darat dan laut. Sehingga potensi Sumber Daya Alam (SDA) bisa digarap secara simultan, dengan harapan akan meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani di Butur. (Ikas)









