TenggaraNews.com, KENDARI – Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Ali Mazi menegaskan, agar jangan ada pejabat di lingkup Pemprov Sultra maupun pihak-pihak lain yang menjual nama istrinya, untuk mendapatkan proyek ataupun keuntungan lainnya.
Pasalnya, dirinya banyak mendengar informasi yang berseleweran, bahwa nama istri dan adiknya serta kerbata dekatknya yang lain, selalu jadi jual oknum-oknum tertentu untuk mendapatkan keuntungan ataupun memuluskan kepentingan mereka.
“Bukan hanya nama istriku saja, nama adikku juga selalu di bawah-bawah. Jadi, saya tegaskan agar jangan ada pejabat ataupun oknum lain yang mencoba memperoleh keuntungan dari hasil jual nama istriku,” tegas mantan Ketua DPW Partai NasDem Sultra ini, Jumat 19 April 2019.
Olehnya itu, Ali Mazi meminta kepada masyarakat bumi anoa, agar segera melaporkan kepada dirinya, jika menemukan adanya oknum yang menjanjikan proyek ataupun hal lainnya dengan bekingan nama keluarga Gubernur Sultra itu.
“Laporkan kepada saya. Jika terbukti ada orang yang jual nama keluargaku, saya pastikan akan saya batalkan proyek atau pun hal lain yang dijanjikannya,” jelas pria berperawakan besar ini.
Ali Mazi kembali menegaskan, bahwa dirinya bebas dari intervensi istri dan keluarga besarnya, serta pihak lain dalam menjalankan pemerintahan yang dipimpinnya itu.
Sehingga, kata dia, apa pun yang menjadi keputusannya memang didasari unuk kepentingan msyarakat Sultra, bukan karena keinginan istri ataupun adiknya.
“Kentara ji kalau pemimpin yang diintervensi sama istrinya. Lihat saja dari wajahnya, selalu ada rasa takut kalau berbicara, kalau saya tidak ada seperti itu,” tambahnya.
Laporan: Ikas
Editor: Rustam









