TenggaraNews.com, KENDARI – Pemilihan umum (Pemilu) serentak 2019 telah usai dilaksanakan, dan masyarakat juga sudah memberikan keputusan dan pilihan terbaiknya, untuk figur yang dinilai pantas memimpin negara ini dan wakilnya yang akan memperjuangkan aspirasi di parlemen.
Berdasarkan hasil perhitungan cepat (Quick Count) yang dirilis lembaga The Haluoleo Institute (THI), Capres dan Cawapres Prabowo-Sandi menang telak di Sultra dengan peraihan suara sebesar 60,11 persen.
Sedangkan untuk Pilcaleg, dari enam kursi yang menjadi kuota Provinsi Sultra di senayan atau DPR RI, mayoritas diisi oleh wajah-wajah baru dan juga mantan kepala daerah dua periode. Hanya dua saja figur incumbent yang mampu bertahan.
Tiga mantan kepala daerah merupakan wajah baru dan satu incumbent juga mantan kepala daerah disalah satu kabupaten di Sultra. sedangkan satu wajah baru lagi adalah anak dari kepala daerah aktif saat ini.
Adapun keempat wajah baru tersebut adalah mantan Bupati Wakatobi, Hugua. Kemudian, ada juga mantan Bupati Kolaka Utara (Kolut), Rusda Mahmud dan mantan Bupati Konawe Selatan (Konsel), Imran. Selanjutnya, satu figur muda yang juga anak dari Bupati Konawe yakni Fachry Pahlevi Konggoasa.
“Wajah lama di DPR RI masih di isi oleh Ridwan Bae dari Partai Golkar dan Tina Nur Alam dari Partai Nasdem,” kata Direktur The Haluoleo Institut, Naslim Sarlito Alimin.
Dua incumbent yakni Umar Arsal dari Partai Demokrat dan Khaerul Saleh dari Partai Gerindra tumbang dalam pertarungan kali ini. Sedangkan Amirul Tamim dari PPP memutuskan untuk hijrah ke DPD.
Untuk peraihan suara secara personal di setiap Parpol masing-masing, dari keenam figur yang unggul pada Pilcaleg kali ini, Fachry Pahlevi Konggoasa memiliki persentase yang cukup tinggi. Dari total keseluruhan suara yang dimiliki Partai Amanat Nasional (PAN), putra Kery Konggoasa ini berhasil meraih 76, 1 persen suara.
Sedangkan Rusda Mahmud yang maju dari Partai Demokrat, berhasil mengumpulkan 61,7 persen suara di internal Parpol. Selanjutnya, Ridwan Bae dengan perolehan suara sebesar 52,8 persen di Partai Golkar, dan Hugua dari PDIP sebesar 44,8 persen. Selanjutnya, Tina Nur Alam yang pada periode sebelumnya maju melalui PAN, kini memutuskan bertarung bersama Partai NasDem dengan suara sebanyak 37,9 persen.
(Kas/red)









