TenggaraNews.com, WAKATOBI – Aliansi Pemuda Kelurahan (APK) menyoroti pengelolaan dana kelurahan yang dinilai tidak transparan.
Menurut salah satu anggota APK Efendi, dalam pengelolaan dana kelurahan di Kelurahan Lagiwae, Kecamatan Kaledupa, tidak ada transparansi pembentukan Kelompok Masyarakat (Pokmas) setempat.
Padahal, melalui Pokmas itulah pengelolaan dana kelurahan disalurkan, misalnya yang diungkapkanya adalah pekerjaan jalan rabat.
Efendi tidak mempersoalkan realisasi dari anggaran tersebut, sebab menurut dia anggaran kelurahan itu untuk pemberdayaan.
Ia mengungkapkan, pembentukan Pokmas yang akan mengelola anggaran harus transparan dan melalui musyawarah mufakat.
Namun yang terjadi di Kelurahan lagiwae tak seperti itu.
” Yang terjadi di Kelurahan Lagiwae Kecamatan Kaledupa, bahwa pembentukan Pokmas saya katakan tidak secara organisatoris karena kita berbicara tentang musyawarah mereka tidak pernah musyawarah. Kita mau cari bukti apakah musyawarah itu pernah didokumentasi itu juga tidak ada, kalau pun juga kita bicara berita acara hasil musyawarah juga tidak ada, ” ungkap Efendi, Senin, 20 Desember 2021.
Keluhan yang sama disampaikan oleh Ardi pemuda asal Kelurahan Pongo, Kecamatan Wangi-wangi. Ia menuturkan, sebagai pemuda kelurahan, ia tak mengetahui besaran anggaran di kelurahanya.
Menurutnya, tak ada transparansi apalagi musyawarah untuk pembentukan Pokmas.
Aliansi Pemuda Kelurahan berharap DPRD segera membentuk Pansus atau Satgas yang dapat mengawasi penggunaan dana kelurahan yang digelontorka dari APBD Kabupaten Wakatobi.
Laporan : Syaiful









