TenggaraNews.com, JAKARTA – Meyandang disabilitas bukan penghalang untuk berprestasi. Itu yang menjadi keyakinan dari anak-anak disabilitas binaan Panti Sosial Bina Netra Rungu Wicara Cahaya Bathin, milik Dinas Sosial DKI Jakarta.
Setidaknya 2 emas, 2 perak dan 1 perunggu berhasil disabet oleh anak binaan Dinsos DKI Jakarta tersebut, melalui kejuaraan renang disabilitas dalam ajang menyemarakkan Test Event Paragames 2018 untuk mewakili DKI Jakarta.
“Kami ucapkan terima kasih kepada Jakarta Paraswim yang telah melatih anak-anak, dan kami ucapkan selamat kepada anak-anak serta apresiasi yang setinggi-tingginya karena berhasil membawa medali mewakili DKI Jakarta,” ujar Mukhlisin, Kepala Panti Sosial Bina Netra Rungu Wicara Cahaya Bathin, saat dihubungi TenggaraNews.com, Senin 2 Juli 2018.
Disebutkannya, adapun atlet berprestasi tersebut yakni Fajar Tri Hadi untuk kategori 100 meter gaya dada dan Firstania Kayla Amir untuk kategori 400 meter gaya bebas, mereka berdua berhasil menyabet medali emas.
Tak hanya itu, Fajar dan Kayla juga menyabet medali perak di kategori lainnya. Fajar mendapat perak di kategori 100 meter gaya bebas untuk pria, sedangkan Kayla di kategori 100 meter gaya bebas untuk wanita. Kemudian perunggu berhasil disabet oleh Fajar juga namun di kategori 400 meter gaya bebas.
Mukhlisin melanjutkan, melalui keikutsertaan anak binaanya dalam kejuaraan renang disabilitas ini, potensi mereka khususnya olahraga renang dapat tersalurkan, sehingga menambah kepercayaan diri.
Adapun anak-anak disabilitas ini difasilitasi oleh panti untuk latihan renang rutin. Latihan rutin dilakukan di gelanggang remaja senin yang dilatih oleh Jakarta Paraswim. Phaknya dan Jakarta Paraswim memang sengaja mempersiapkan atlet-atlet berprestasi itu, ketika ada kejuaraan-kejuaraan renang.
“Latihan olahraga renang para penyandang disabilitas ini, pada dasarnya tidak jauh berbeda dengan latihan renang orang pada umumnya. Yang membedakan hanya saja pelatih dan pendamping harus mengarahkan anak disabilitas agar lebih berhati-hati karena keterbatasan penglihatan,” ungkap Mukhlisin.
Ketika selesai menerima medali penghargaan, terpancar wajah bahagia, terharu dan bangga. Jerih payah selama latihan terbayar oleh penghargaan yang diberikan.
Laporan:Miftahul Huda
Editor:Ikas Cunge









