TenggaraNews.com, KENDARI – Tim Nawacita Presiden, Ruri Jumar Saef mewakili Ketua Tim Joko Daryanto, yang juga adik Jokowi blusukan di Desa Dongkalaea dan Desa Woworepe, Kecamatan Wawonii Utara, Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep) Provinsi Sulawesi Tenggara, Sabtu 30 Juni 2018.
Ruri mengatakan blusukan ini dilakukan untuk mendengarkan aspirasi masyarakat, karena berdasarkan laporan bahwa banyak rumah penduduk yang rusak akibat terkena ombak.
“Jadi, sesuai program Nawacita presiden Jokowi, yakni memprioritaskan pembangunan infrastruktur untuk daerah perbatasan, terpencil dan miskin agar masyarakat dapat makmur dan sejahtera,” ungkap Ruri.
Selain itu, kata dia, para warga yang sebagian besar berprofesi sebagai nelayan di daerah itu juga sangat membutuhkan bantuan alat tangkap ikan, kapal modern berkapasitas besar, pelabuhan dan Tempat Pelelangan Ikan (TPI). Sebab, selama ini mereka menangkap ikan secara manual, agar dapat meningkatkan penghasilan dan kesejahteraan masyarakat nelayan pesisir.
Ruri mengaku akan mengawal program ini, dengan harapan presiden dapat segera merespon dengan memerintahkan kementerian PUPR, kementerian Perhubungan dan Kementerian Perikanan melalui balai besar untuk dapat menindaklanjutinya.
“Saya akan segera membawa surat untuk melaporkan langsung sejumlah permintaan masyarakat Desa Waworope dan Dongkalaea ini kepada Presiden Jokowi,” katanya.
Blusukan ini, lanjut dia, bukan hanya di Konkep saja, namun diberbagai wilayah nusantara dari Sabang sampai Merauke. Beberapa waktu lalu, dirinya berkunjung di pegunungan tengah, Kabupaten Paniai Deyai dan Degeai Papua.
“Itu untuk menyerap aspirasi masyarakat di daerah tertinggal, memastikan program Nawacita Jokowi terlaksana, dua minggu depan lagi Insya Allah saya akan ke lokasi lahan pertanian di Desa Pelosika, Kabupaten Kolaka Utara,” ujarnya
Sementara itu, warga desa pesisir, Denis mengungkapkan, bahwa sudah lama pemukiman penduduk di daerahnya itu diterjang ombak hingga menyebabkan abrasi dan merusak rumah-rumah warga.
“Selama ini ketika angin timur, ombak kencang, air laut naik ke pemukiman warga, sampai merusak bangunan rumah, bahkan air naik sampai ke jalan utama. Mohon kiranya bapak Presiden Jokowi, agar kami dibangunkan penahan ombak sepanjang dua kilometer,” kata pria yang juga berprofesi sebagai nelayan itu.
Ia menjelaskan, ketika rumah-rumah warga rusak, Pemda Konkep hanya memberikan bantuan berupa sembako, namun tidak memperbaiki kerusakan ataupun memberikan sejumlah dana. Pemerintah juga sudah membangun penahan ombak namun belum optimal.
“Kami sangat mengharapkan Presiden Joko Widodo melalui blusukan Tim Nawacita ini, dapat mendengarkan dan merealisasikan permintaan kami, agar masyarakat disini dapat hidup layak, dan bisa meningkatkan perekonomian,” tandas Denis
Laporan: Yusran









