TenggaraNews.com, MUNA – Insiden penurunan beberapa baleho bupati Muna barat (Mubar) Rajiun Tumada “Mie te Wuna” dan dibalas pantun “Amaimo paada ini” oleh Sat Pol PP Kabupaten Muna yang terletak di Mitsumi Kelurahan Laiworu Kecamatan Batalaiworu mendapat respon dari pihak Masyarakat Pecinta Rajiun (MPR).
Akibat penurunan dua baleho tersebut LM. Rajiun Tumada sampai rela turun lapangan guna membicarakan masalah itu kepada beberapa unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkapimda) yang hadir disalah satu rumah anggota MPR.
Dikatakannya bahwa ada dua hal kalau pemerintah tidak mau menerima balehonya yang dipampang di Kabupaten Muna diantaranya agar segera dilaporkan lalu diproses hukum mengenai kata “Mai Te Wuna” yang kemudian agar didudukan bersama-sama antara kedua belah pihak.

Diharapkannya kepada Kapolres Muna untuk menyampaikan kepada pemerintah Kabupaten Muna agar mencari win-win solution dan menghadirkan pemerintah Kabupaten Muna dan MPR untuk dipertemukan.
“Yang jelas saya akan hadir dalam pertemuan itu apalagi ada putra terbaik Muna Rusman Emba agar disepakati pertemuan damai, ujar Rajiun, Rabu (28/8/2019).
Mantan Atlet Karate nasional itu berharap, agar Pemkab Muna tidak lagi melakukan gerakan-gerakan tambahan, karena jika hal itu dilakukan maka ada keinginan dan harapan yang kemudian tidak disepakati sebagai bagian dari masyarakat Muna.
“Kami sudah sepakati tadi dengan beberapa perwakilan Pemda Muna, unsur Forkapimda dan bersama MPR agar pada pertemuan kedua nanti untuk dihadirkan para pakar bahasa, tokoh adat dan budaya Muna. Kita dudukan bersama mengenai bahasa “Mai Te Wuna” jika disepakati untuk tidak bisa digunakan sebagai tagline yang katanya menjadi dasar hukumnya adalah RPJMD. Maka kami berlapang dada untuk menerima hasil keputusan tersebut semua itu untuk mencari kedamaian dan ketertiban wilayah Muna yang kita cintai, ” kata mantan Kasat Pol PP Provinsi itu.
Sementara itu Kapolres Muna AKBP. Agung Ramos Paretongan sinaga menyampaikan pihaknya sekedar memfasilitasi kedua belah pihak sampai ada pertemuan berikutnya, tentu diharapkannya jangan hanya persoalan baleho bisa mempercerai berai persaudaraan di tanah Muna.
“Jadi kami sampaikan kepada masyarakat, MPR dan Pemkab Muna apapun hasilnya nanti tolong kita sama-sama menjaga kondusifitas di tanah Muna yang kita cintai bersama, ” pungkasnya.
Laporan : Phoyo
Editor : Rustam









