TenggaraNews.com, KENDARI – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra) melalui Dinas Cipta Karya, Bina Kontruksi dan Tata Ruang melakukan pengalihan anggaran sebanyak Rp4,6 miliar, untuk pembangunan gedung isolasi pasien terpapar virus corona.
Kadis Cipta Karya Provinsi Sultra, Pahri Yamsul mengatakan, bahwa pembangunan gedung isolasi tersebut sudah dilaksanakan sejak seminggu lalu.
Lebih lanjut, Pahri menjelaskan, bahwa alokasi anggaran tersebut membiayai pembangunan dua unit ruang isolasi. Saat ini, progresnya sudah mencapai 35 persen.
“Kita melakukan pengalihan anggaran. Jadi, alokasi untuk pembangunan di daerah lain kita revisi dulu untuk penanganan wabah virus corona ini lebih serius,” katanya, Rabu 1 April 2020.
Dia juga menambahkan, design ruang isolasi tersebut sesuai Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes), sehingga layak untuk digunakan.
Sayangnya, Pahri tak bisa menjelaskan secara detail seperti apa design ruang isolasi berdasarkan Permenkes. Sebab, standar kesehatan untuk ruangan isolasi yang dimaksud dalam bentuk gambar.
“Saya tidak bisa menjelaskannya di sini karena dalam bentuk gambar, ” ucapnya.
Hanya saja, lanjutnya, pembangunan ruang isolasi tersebut terkendala dengan tukang, karena sempat takut dengan lokasi yang berdekatan dengan gedung isolasi yang saat ini digunakan.
“Mereka (tukang) takut akibat issu yang beredar bahwa corona ini menyebar melalui udara. Makanya kami harus cari tukang dari daerah lain. Hari ini, 55 orang yang kerja, ” jelasnya.
Pahri menargetkan pembangunan gedung isolasi tersebut rampung dalam waktu satu bulan.
Laporan: Ikas









