TenggaraNews.com, KENDARI – Bengkel Seni Rantazha (Bengser) Kreatif yang terletak di kompleks perumahan Permata Anawai, Kelurahan Anawai, Kecamatan Wua-wua, Kota Kendari, memproduksi aneka pot bunga.
Usaha kerajinan pot bunga ini dirintis Supriadi sejak tahun 2013 hingga sekarang masih eksis melayani konsumen yang kebanyakan ibu rumah tangga, khususnya pencinta tanaman bunga.

Aneka pot yang diproduksi, antara lain pot minimalis, pot motif batu alam yang berukuran panjang, pot dinding, pot bunga berukuran besar, pot oval yang cocok untuk bunga kamboja atau anggrek.
Bengser juga memproduksi kursi dan meja untuk taman, papan blok dan nomor rumah. Selain itu, dapat juga memproduksi pot bunga berdasarkan keinginan pembeli (buyer).
“Usaha ini dirintis sejak tahun 2013. Saya awalnya hanya iseng -iseng buat pot bunga. Tapi ternyata banyak tetangga yang memesan untuk beli. Akhirnya saya beranikan diri melayani pesanan. Alhamdulillah, orderan aneka pot bunga masuk terus, ” kata Supriadi yang pernah menekuni profesi jasa event organizer saat ditemui di rumah produksi Permata Anawai, Selasa (6/8/2019).
Soal pemasaran, produksi Bengser ternyata tidak hanya melayani kebutuhan pot bunga di Kota Kendari, khususnya di kompleks perumahan Permata Anawai dan Bukit Mentari Indah. Tetapi juga sudah merambah sampai konsumen di Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Konawe, Konawe Utara (Konut) dan Kolaka Timur (Koltim).
Mengenai harga, menurut Adi panggilan akrab Supriadi, terbilang sangat murah. Di bandrol mulai harga Rp 15 ribu sampai Rp 100 ribu per pot. Tergantung jenis dan ukuran pot bunga.

“Bila konsumen datang membeli langsung di rumah produksi Permata Anawai, bisa dapat diskon harga. Kalau diantarkan dikenakan biaya cas pengangkutan berdasarkan jarak, ” jelasnya.
Usaha kreatif yang sudah ditekuni Adi selama 7 tahun, hingga sekarang belum pernah dilirik oleh pemerintah Kota Kendari. Padahal banyak usaha kreatifitas yang dapat dikembangkan, berdasarkan permintaan buyer.
Seperti usaha pembuatan akuarium yang bisa dipajang di ruang tamu. Usaha ini pernah dirintis, namun minimnya modal dan peralatan sehingga produksi akuarium tidak maksimal.
“Bengser sudah pernah mengutus anggota untuk ikut pelatihan yang diselenggarakan Kementerian Koperasi dan UKM. Bahkan sudah pernah diminta mengirim proposal usaha, katanya mau dapat bantuan pada tahun 2017. Namun sampai sekarang belum ada realisasi, ” ungkap Adi.
Laporan : Rustam









