TenggaraNews.com, KENDARI – Badan Nasional Penanggulang Terorisme (BNPT) mengingatkan peserta rembuk aparatur kelurahan dan desa agar selalu meningkatkan kewaspadaan, terhadap penyebaran paham radikal teroris di lingkungan masyarakat.
“Melawan teroris bukan hanya tanggungjawab aparat kepolisian maupun TNI. Tapi ini menjadi tanggungjawab bersama semua masyarakat, dalam menjaga keamanan dan keutuhan sebagai Bangsa Indonesia, ” ujar Kasubdit Pemberdayaan Masyarakat BNPT RI, Dr.Hj.Andi Intang Dulung,M.H.I, saat membuka Rembuk Aparatur Kelurahan dan Desa tentang Literasi Informasi Melalui Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) di salah satu hotel di Kota Kendari, Rabu (11/9/2019).
Hadir dalam pembukaan workshop tersebut, diantaranya Dandim 1417 Kendari, Letkol Cpn Fajar Luvti Haris Wijaya,SE.,M.I.Pol, Kepala Kesbangpol Sultra. Kegiatan sehari ini diikuti Babinkamtibmas, Babinsa, Lurah dan wartawan.

Kegiatan sehari ini, juga menampilkan narasumber dari Dewan Pers, Yosep Adi Prasetyo, pengurus FKPT Sultra, Milwan dan Andi Intang Dulung mewakili BNPT RI.
Diungkapkan, tidak ada orang terlahir langsung menjadi terorisme. Tetapi ini terjadi, karena adanya orang yang menyebarkan atau mengajarkan paham-paham yang radikal. Seperti paham membenci orang lain, membenci pemerintah.
Bahkan ada paham yang diajarkan masuk surga. “Misalnya orang yang tidak sepaham, bila dibunuh, akan masuk surga. Padahal paham radikal ini sangat menyesatkan, ” jelasnya.
Agar paham radikal terorisme tidak menyebar, Andi Intang mengingatkan masyarakat agar tetap menjaga kerukunan hidup sesama ummat beragama. ” Pancasila sebagai ideologi dasar dalam kehidupan bernegara. Bhineka Tunggal Ika menjadi perekat. Kita boleh berbeda suku, agama, budaya, tapi kita semua dalam bingkai sebagai Bangsa Indonesia,” ujarnya.

Sebelumnya, Ketua Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Drs KH.Muslim, M.Si mengatakan, boleh ada perbedaan tapi jangan perbedaan itu memecah belah kehidupan bernegara.
“Apalagi sampai perbedaan itu sengaja digiring ke arah pemikiran radikal. Bila ini yang terjadi di lingkungan masyarakat, maka patut diwaspadai sebab jangan sampai sudah masuk paham-paham radikal terorisme, ” bebernya.
Laporan : Rustam









