TenggaraNews.com, KENDARI – Di tengah euforia membanjirnya Tenaga Kerja Asing (TKA) di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), yang dinilai mengancam peluang kerja bagi masyarakat lokal, pasangan calon (Paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur Sultra nomor urut 3, Rusda Mahmud-Sjafei Kahar mengaku akan melakukan pembinaan terhadap 100 pengusaha dari desa.
Menurut Rusda, program pembinaan 100 pengusaha baru ini akan bisa membuka lapangan kerja, yang tentunya peluang kerja ini pun bisa damanfaatkan bagi para masyarakat lokal. Sehingga angka pengangguran pun bisa ditekan.
“Jika kami diamanahkan untuk menahkodai Sultra, maka kami akan lakukan pembinaan terhadap 100 pengusaha di desa,” ujar Rusda Mahmud, Minggu 6 Mei 2018.
Lebih lanjut, mantan Bupati Kolaka Utara ini menjelaskan, melalui program peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) tersebut, maka kemandirian masyarakat dapat diwujudkan. Dan peningkatan kesejahteraan serta perekonomian masyarakat pun bisa dirasakan.
Paslon yang mengusung tagline “Sultra Cepat Pada Orang yang Tepat” ini juga meyakini, bahwa melalui program memandirikan masyarakat Sultra, maka pertumbuhan ekonomi bisa merata, baik di wilayah perkotaan maupun dikawasan pedesaan.
“Ibaratnya itu, sebagai pemerintah kita harus memberikan kailnya jangan berikan ikan kepada masyarakat. Sehingga, di masa mendatang tak ada lagi masyarakat yang kelaparan, karena mereka sudah mandiri dan kuat dari sisi ekonominya,” beber Ketua Pemuda Panca Marga Sultra ini.
Laporan: Ikas Cunge









