TenggaraNews.com, KENDARI – Pendapatan sopir (driver) angkutan kota (Angkot ) trayek Mandonga-Puwatu, Kota Kendari, mengalami penurunan drastis. Ini dirasakan sejak adanya pandemi Covid-19.
Hal tersebut terungkap, saat relawan Aku Sahabat Rakyat (ASR) Kota Kendari berdialog dengan driver angkot di salah satu rumah yang terletak di Jalan R.Suprapto, Kelurahan Mandonga, Kecamatan Mandonga, Kota Kendari pada Jumat, 8 Oktober 2021.
Menurut Nasrullah (54) salah seorang sopir angkot, sebelum terjadi pandemi Covid-19, pendapatan sopir antara Rp 200 ribu sampai Rp 300 ribu per hari.
Namun setelah pandemi, di mana banyak masyarakat yang tidak keluar rumah, sehingga berdampak pada pengguna jasa angkot.
Pendapatan sangat terasa sekali penurunannya. “Paling banyak kami dapat Rp 150 ribu per hari, ” aku Nasrullah di hadapan Alvian Liambo, Ketua relawan ASR Kota Kendari.
Kehadiran relawan ASR di Jalan R Suprapto, selain mendengarkan keluh kesah para sopir angkot, juga sekaligus memperkenalkan sosok Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka sebagai calon Gubernur Sultra periode 2024-2029.
Dalam sosialisasi itu, Andi Sumangerukka yang pernah menjabat sebagai Danrem 143 / Halu Oleo, adalah orangnya yang sederhana dan berjiwa sosial.
Dari sisi pengalaman kepemimpinan, kata Alvian, sosok Andi Sumangerukka tidak perlu diragukan lagi.
“Beliau pernah menjabat Kepala Badan Intelijen di Sultra. Pernah menjabat Pangdam Hasanuddin dan masih banyak pengalaman kepemimpinan lainnya,” kata Alvian.
Kembali ke soal keterpurukan ekonomi yang dirasakan para sopir angkot, Alvian menjelaskan, tantangan yang dihadapi para sopir angkot saat ini, adanya aplikasi digital transportasi.
Di mana masyarakat cenderung menggunakan transportasi online daripada angkot, meskipun sewa angkot jauh lebih murah.
Atas masalah yang dihadapi para sopir angkot ini, mereka berharap ada bantuan dari ASR.
Laporan : Rustam









