TenggaraNews.com, KENDARI – Dialog Publik bertemakan Implementasi Penyediaan dan Pelayanan Energi Listri Untuk Rakyat di Masa Pandemi Covid19, menjadi ajang menyampaikan curahan hati (Curhat) terkait layanan PLN yang dirasakan selama ini.
Tampil narasumber dalam dialog publik yang diinisiasi Lembaga Pengembangan Masyarakat Pesisir dan Pedalaman (Lepmil), yakni Heri Susanto anggota Ombudsman Republik Indonesia, Syamsul Kamal dari PLN Kendari dan Muhammad Ilyas dari Dinas Energi Sumberdaya Mineral (ESDM) Provinsi Sultra.
Beberapa pertanyaan yang muncul dari peserta diskusi publik, misalnya mempertanyakan melonjaknya penggunaan listrik secara tiba-tiba.
Kemudian subsidi PLN lebih pada daya 450 sampai 900. Sementara daya 1300 tidak mendapatkan subsidi akibat pandemi Covid19.
Pertanyaan lain, yakni prosedur memperoleh gardu PLN untuk memenuhi kebutuhan energi listri pada kelompok budidaya padi sawah di Baruga, Kota Kendari. Di mana memerlukan energi listrik untuk pemenuhan kebutuhan pengeringan padi.
Hal lain, ancaman bahaya aliran listrik yang ditarik dari satu tiang listrik, kemudian mengaliri beberapa rumah.
Menanggapi pertanyaan tersebut, Syamsul Kamal menjelaskan, jika terjadi lonjakan pemakaian listrik harus dilihat lebih detail di mana letak permasalahannya.
Sebab bisa saja ada penambahan pemakaian, misalnya pemakaian 24 jam secara nonstop, padahal sebelumnya pemakaian secara full hanya 12 jam, untuk listrik rumah tangga. Ini tentu akan akan mempengaruhi pemakaian energi listrik.
Mengenai ketentuan subsidi PLN, sudah diatur dari pusat, sehingga PLN di daerah mengikuti ketentuan tersebut. “Ketentuannya hanya kWh 450 dan 900.untuk listrik rumah tangga. Ya kami di daerah mengikut ketentuan pusat,” terang Syamsul Kamal.
Terkait listrik untuk industri pertanian, menurut Syamsul Kamal, PLN mempunyai program Elektrik Lite Agriculture.
PLN bisa melayani sampai 23 KV. ” Kita ada namanya anjungan daya mandiri. Jadi PLN bisa melayanj kebutuhan kelompok tani di Baruga. Silahkan ajukan permohonan, PLN pasti layani,” jawab Syamsul yang mendapat applause dari peserta diskusi publik.
Sementara Muhammad Ilyas dari Dinas ESDM lebih banyak menjelaskan upaya pemerintah daerah memenuhi kebutuhan listrik di pedalaman dan pesisir.
Laporan : Rustam









