TenggaraNews.com, KONAWE – Kepala Desa Unggulino, Kecamatan Puriala, Kabupaten Konawe, bernama Kobus, diduga melakukan tindak penganiayaan terhadap warganya pada Jumat 11 Juni 2021.
Peristiwa ini terjadi, bermula saat korban bernama Hermawan (34) mempertanyakan papan nama perangkat desa sudah tidak lagi terpasang di depan rumahnya.
Atas dasar itulah Hermawan menemui para perangkat desa dan Kepala Desa Unggulino yang sedang istirahat di tempat kerja bakti, sekaligus mempertanyakan atas perintah siapa yang membuka papan nama perangkat desa.
“Diduga Tak terima saya mempertanyakan terkait papan nama perangkat desa yang sudah tidak terpasang lagi di depan rumah, Kepala Desa Unggulino langsung mendorong saya dan mencari ruang. Bahkan mengajak saya untuk bertarung sambil menyampaikan kepada saya bahwa saya jagoan, setelah melihat saya sedang dipegang oleh perangkat desa lainnya dan tiba-tiba kepala desa langsung melayangkan tendangan tepat di pinggang sebelah kiri sehingga saya mengalami luka ringan,” jelas Hermawan.

Atas dasar itulah kemudian Hermawan melaporkan kepada pihak ke Polsek Puriala untuk diproses lebih lanjut.
Saat di konfirmasi melalui via whatsup, Kapolsek Puriala Ipda Hamsar membenarkan adanya laporan dengan nomor polisi : LP/07/K/VI/2021 Sek. Puriala tertanggal 11 Juni 2021 kemarin tentang dugaan tindak pidana penganiayaan sebagaimana dimaksud dalam pasal 351 ayat (1) KUHP.
Sementara itu, Kobus Kepala Desa Unggulino saat dikonfirmasi membenarkan apa yang ia lakukan, terkait tindakan penganiayaan kepada Hermawan dengan melayangkan tendangan sebanyak satu kali dan mengakui telah dilaporkan ke pihak kepolisian Sektor Puriala.
“Saya layangkan tendangan kepada Hermawan, tepat di bagian paha kiri itupun tendangan saya sempat terbentur ke paha salah satu aparat desa saya yang sedang melerai. Bahkan yang mengenai paha kiri saudara Hermawan hanya ujung kaki saya,” ungkap Kobus.
Menurut Kobus, di melayangkan tendangan karena Hermawan berteriak-teriak di tengah para perangkat Desa Unggulino yang sedang beristirahat. “Siapa laki-laki di sini bilang dan siapa yang berani di sini,” kata Kobus menirukan teriakan Hermawan.
“Walaupun Hermawan sudah dilerai oleh kedua perangkat desa lainnya, tetapi dia masih berusaha seolah-olah dia akan menyerang saya,” beber Kobus.
Kobus sudah memperingatkan Hermawan agar mendengarkan perintah selaku pemerintah desa yang bertanggungjawab atas kebijakan di Desa Unggulino, namun itu tidak diindahkan.
“Sehingga secara spontan saya layangkan tendangan mengenai paha bagian kirinya. Hanya saya merasa aneh, yang saya tendang mengenai pahanya, tetapi yang diperlihatkan di kepolisian saat diperiksa oleh penyidik itu punggugnya. Itupun luka yang diperlihatkan seperti tekaru (tercakar) mirip model yang habis di parut, saya menduga Hermawan ini membuat keterangan palsu di kepolisian,” terang Kobus sembari berharap agar para saksi yang menyaksikan kejadian tersebut dapat memberikan keterangan sesuai fakta di tempat kejadian.
Laporan : Helni Setyawan









