TenggaraNews.com, KENDARI – Malang benar nasib Ahmad Jaelani (45), seorang sopir Grab Bike asal Kota Kendari, yang tertipu melalui via telefhon dengan modus pemberian insentif trip atau perjalanan Grab.
Akibatnya, saldo direkeningnya sebanyak Rp 600 ribu yang diperolehnya dari insentif Grab habis, karena telah ditransfer ke rekening BRI atas nama Suci Tryla Rahma Hasb. Hal tersebut dilakukanya atas perintah seorang wanita yang menelponnya, dan mengaku perwakilan dari Grab pusat.
Insiden tersebut dialaminya pada 22 Mei 2018 lalu. Saat itu, pria yang baru saja menjalani profesinya tersebut selama tiga bulan, mendapatkan orderan ojek online melalui akun Grab miliknya.
Kemudian, lanjut Jaelani, selisih beberapa menit dirinya menerima telfon dari seorang wanita, yang memerintahkan dirinya untuk segera ke ATM mengambil insentifnya.
“Waktu itu, saya bilang mau menjemput penumpang dulu. Tapi, dia memaksa saya ke ATM sambil mengatakan bahwa dia yang memberikan pekerjaan, kenapa harus mendahulukan orang lain,” jelas warga Wuawua ini.
Karena merasa tak enak hati, kemudian Jaelani melaksanakan perintah wanita tersebut. Awalnya, dia mendatangi ATM di Kantor Cabang BRI Puuwatu, tapi transaksi selalu gagal. Lalu, pelaku mengarahkan korban mencari ATM Mandiri bersama.
“Lalu saya mencari ATM Mandiri, dan mengikuti semua perintahnya. Setelah itu, saya baru sadar kalau saldo saya ternyata sudah ditransfer ke rekening dia. Pas saya cek saldo, tinggal Rp 51 ribu, padahal saldo awal direkening itu sekitar Rp 651 ribu,” pungkasnya.
Laporan: Ikas Cunge








