TenggaraNews.com, WAKATOBI – Salah seorang pemuda Desa Wungka, Dariono melakukan aksi demonatrasi tunggal. Dalam aksinya, pria tersebut menyuarakan persoalan air bersih yang sempat terganggu distribusinya belakangan ini.
Aksi Dariono digelar di depan Kantor PDAM Wakatobi, Jalan La Ode Bosa Kelurahan Mandati II, Kecamatan Wangi-wangi Selatan.
Menurutnya, aksi tunggal yang digelarnya lantaran sudah sekitar sebulan air dibeberapa desa seperti Desa Wungka, Pokambua, dan Tindoi Timur tidak mengalir, sehingga masyarakat sulit mendaptkan air bersih.
“Sudah sebulan ini air di beberapa desa, tidak mengalir. Akibatnya, ribuan masyarakat setempat kesulitan mendapatkan air. Untuk memenuhi kebetuhan air, masyarakat harus menguluarkan isi kantong dengan biaya sedikit memberatkan masyarakat,” ujar Dariono, Selasa 20 Agustus 2019.

Untuk itu, sebagai pemuda pengontrol sosial, Dariono berharap agar Pemerintah Daerah (Pemda) maupun PDAM Wakatobi memperhatikan persoalan air bersih di masyarakat.
Tak hanya itu, Dariono juga menegaskan kepada pihak PDAM agar mengantisipasi dan mengontrol pekerjaan proyek yang mengakibatkan sering terjadinya kebocoran pipa akibat galian alat berat.
Menanggapi aksi tunggal Dariono, Kepala PDAM Kabupaten Wakatobi, Zakaria mengatakan, perlu adanya sosial kontral dari berbagai kalangan untuk mencapai pelayanan yang baik.
Zakaria menjelaskan, adanya kemacetan distribusi air bersih yang terjadi dibeberapa desa tersebut disebabkan adanya gangguan sarana prasarana, yang memang ketersediaanya harus di cari diluar daerah, sehingga untuk mengantisipasinya butuh waktu.
“Itu memang sudah ada laporanya dari orang lapangan beberapa waktu lalu, kerusakan pipa dan mesin yang membuat aliran air terhambat, namun itu kemarin alatnya baru tiba pada Jumat kemarin, dan kayaknya sudah dipasang cuman untuk sementara ini belum ada laporan resmi penyelesaian kendala itu ke sini,” kata Direktur Utama PDAM Wakatobi, Zakaria.
Maski baru beberapa hari diangkat sebagai Dirut PDAM Wakatobi, Zakaria mengakui adanya kendala tekhnis yang terjadi di PDAM. Jika tidak diantisipasi, maka kejadian atau kendala yang sama masih akan sering terjadi.
Olehnya itu, Zakaria menambahkan, dirinya telah menyampaikan kepada Bupati Wakatobi, agar kendala tekhnis yang sering terjadi di PDAM segera diantisipasi dengan cara menyiapkan sarana prasarana tekhnis.
“Sarana prasarana yang dimaksud itu, memang harus ada penyediaan, misalkan pipa ukuran sekian tiba-tiba rusak, jika sudah disiapkan maka tidak perlu kita menunggu lama lagi mencari sampai ke luar daerah, karena sudah disiapkan, maka saat itu juga kita perbaiki,” ucapnya
Zakaria juga telah mengintrusikan kepada tekhnisi lapangan, jika ada kendala atau kerusakan segera disampaikan kepada masyarakan secara lansung, sehingga masyarakat mengetahuinya lebih awal.
Laporan : Syaiful
Editor: Ikas









