TenggaraNews.com, WAKATOBI – Kabar terkait dua orang terpapar Covid-19, di Kabupaten Wakatobi membuat panik warga setempat.
Arhawi selaku Bupati dan juga Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Wakatobi bersama Kapolres, AKBP Anwardi dan Kejari Wakatobi memberikan penyampaian resmi langaung dari posko utama, agar ada kepastian mengenai riwat yang diisukan terpapar Virus corona tersebut.
Bupati Wakatobi menyampaikan, kedua orang yang diisukan tersebut berasal dari Kecamatan Wangi-wangi Selatan yang datang dari daerah kalimantan, dengan jenis kelamin perempuan berusia 38 tahun bersama adiknya yang juga perempuan berumur 11 tahun.
Kepala Dinas Kesehatan sekaligus Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Wakatobi, Muliadin Anis mengatakan, kedua orang tersebut merupakan penumpang Kapal KM. Lambelu yang tiba sejak 6 April lalu.
Dari 106 penumpang KM. Lambelu dan Kapal Dorolonda, sebanyak 37 orang telah dilakukan rapid tes oleh Tim Gugus Penanganan Covid-19 Kabupaten Wakatobi, agar dipastikan terbebas dari penyebaran Covid-19.
Sampai dengan saat ini, dari total 143 dengan status Orang Tanpa Gejala (OTG) sudah dilakukan rapid tes sebanyak 51 orang.
“Dari rapid tes yang kita lakukan, Kecamatan Wangi-wangi 13 orang hasilnya non reaktif atau bisa dikatakan negatif, dan di Puskesmas Kecamatan wangi-wangi selatan sebanyak 8 orang dan hasilnya juga non reaktif. Di Kapota juga sama non reaktif sebanyak 25 orang, kemudian di Binongko 2 orang hasilnya juga non reaktif,” Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Wakatobi, Minggu 26 April 2020.
Sementara itu, hasil rapid tes di wilayah Puskemas Liya, dari 10 orang eks KM. Lambelu dan Dorolonda, dua diantaranya menunjukan hasil reaktif IgG.
Kadis Kesehatan menjelaskan, reaktif IgG itu belum bisa dikatakan positif terinveksi Covid-19 karena baru pemeriksaan awal.
“Rapid tes ini adalah alat untuk mendeteksi anti bodi di dalam tubuh seseorang apabila ada virus yang masuk, dimana virus tersebut bisa corona bisa juga tidak,” kata Muliadin.
Pada akhirnya, lanjutnya, setelah dilakukan penanganan khusus oleh Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 sesuai SOP kepada kedua orang yang reaktif IgG tersebut, masyarakat menjadi panik hingga terhembus isu ada yang positif, padahal secara pemeriksaan medis hal tersebut belum tentu.
Untuk itu, kedua orang tersebut belum bisa dikatakan positif virus corona, karena itu harus dilakukan pemeriksaan laboratorium.
Sementara itu, Bupati Wakatobi, Arhawi mengatakan, bahwa dua kasus yang terjadi hari ini merupakan peringatan bagi semua pihak.
“Agar lebih waspada dan berhati-hati serta tetap mengikuti anjuran atau protokol yang telah disampaikan oleh pemerintah,” imbau Arhawi.
Laporan : Syaiful









