TenggaraNews.com, MUNA – Pernyataan Kepala Dinas (Kadis) Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Muna, Laode Darmansyah di salah satu media lokal mendapat kritikan pedas oleh Muharam, korban pemukulan pada 24 februari 2020 lalu, dirumah mantan Bupati Muna, Ridwan Bae.
Menurut korban, statemen yang diungkapkan terlapor, bahwa kasus yang menimpa dirinya dikaitkan dengan penggiringan ke ranah politik adalah salah besar dan mengada-ada. Apalagi, sampai dengan menjegal kekuatan Bupati Muna, LM. Rusman Emba pada Pilkada mendatang.
“Pemukulan yang dilakukan Darmansyah terhadap saya itu adalah kriminal murni, dan tidak ada sangkut pautnya dengan politik. Ini sudah masuk ke ranah hukum, jadi jangan dipelintir ke politiklah, biarlah pihak berwajib yang mengusut tuntas kasus itu. Saya hanya minta keadilan dalam proses hukum ini,” tegasnya, Sabtu 28 Maret 2020.
Sorotan yang sama juga disampaikan oleh Direktur Polisi Watch, Taufan. Ia sangat menyayangkan pernyataan Kadis Perindag Kabupaten Muna tersebut, yang mengatakan bahwa dugaan kasus penganiayaan yang dilaporkan Muharam terhadapnya sengaja dibesar-besarkan.
Taufan menilai, pernyataan Darmansyah ini tidak berdasar dan sengaja menggoreng opini publik, seakan-akan dia adalah korban dalam kasus yang dilaporkan Muharam.
“Kenapa dia (Darmansyah, red) hubung-hubungkan kasus ini dengan politik. Terus menjegal Rusman? dia berbicara seperti kapasitasnya sebagai Ketua Umum Partai saja. Jangan mengada-ngada lah,” kata Taufan.
Mantan Komisioner KPU Muna Barat itu meyakini, bahwa pihak Polres Muna bekerja secara profesional. Ia juga mengapresiasi kinerja Polres dibawah komando AKBP Debby Asri Nugroho, terus mengawal kasus yang kini telah naik ke tingkat penyidikan.
“Inikan kriminal murni dan itu telah ditangani oleh penyidik Polres Muna, dan bukti-bukti serta hasil visum jelas. Baiknya kita ikuti saja proses, tidak usah berstatemen mencari simpati. Benar salahnya itu nanti di pengadilan. Jadi mari kita tunggu saja,” ungkap Taufan.
Laporan: Phoyo









