Tenggara News
  • Daerah
  • Politika
  • Nasional
  • Kombis
  • OPINI
  • TNC Inspiration
  • ADVETORIAL
  • Redaksi
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    • Peraturan Dewan Pers
    • Redaksi
    • Tentang Kami
No Result
View All Result
Tenggara News
  • Daerah
  • Politika
  • Nasional
  • Kombis
  • OPINI
  • TNC Inspiration
  • ADVETORIAL
  • Redaksi
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    • Peraturan Dewan Pers
    • Redaksi
    • Tentang Kami
No Result
View All Result
Tenggara News
No Result
View All Result
Home crime & Justice

Fakta di Balik Insiden Penyerangan Posko Induk Asrun-Hugua

Redaksi by Redaksi
April 1, 2018
in crime & Justice, Politika
0

You Might Also Like

Usut Penyebab Kematian Baim, Polisi Periksa 4 Orang Saksi

Kematian Mudatsir Diduga Dianiaya, Bukan Kecelakaan Lalulintas

Akhiri Polemik, Kuasa Hukum Konsumen AS Ajukan Permohonan Maaf kepada PT SDP dan CEO

PN Kendari Vonis Pelaku Pencabulan 5 Tahun Penjara

Smiley face
TenggaraNews.com, KENDARI – Pasca  insiden penyerangan posko induk pasagan calon (Paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur Sultra nomor urut 2, Asrun-Hugua yang terjadi hingga dua kali dan berujung pada aksi pembakaran alat peraga kampanye (APK) milik Paslon tersebut, LO Asrun-Hugua memberikan klarifikasi dengan menghadirkan langsung korban pengeroyokan, dan salah satu saksi yang melihat langsung serta sempat berkomunikasi dengan terduga para pelaku.
Rudi Supriono, selaku LO Asrun-Hugua mengungkapkan, pihaknya merupakan korban keanarkisan dari sekelompok orang tak dikenal (OTK), yang tiba-tiba berbuat onar di posko induk yang terletak di Jalan By Pass, dekat Pencucian Kumbohu, pada Jumat dini hari, 30 Maret 2018.
Tak sampai di situ saja, kata Rudi, kejadian yang sama juga terjadi di malam berikutnya, yakni Sabtu dini hari. Sekelompok OTK kembali mendatangi posko seraya mengeluarkan ujaran yang tak sepantasnya diucapkan.
Anehnya, lanjut Rudi, kelompok pemuda tersebut terkesan membuat alibi, seolah-olah relawan Asrun-Hugua yang melakukan tindakan kriminalitas tersebut. Padahal, pihaknya justru menjadi korban.
“Kami tidak pernah melakukan pengancaman kepada siapa pun. Jika ada yang mendapatkan perlakuan tersebut, maka silahkan laporkan ke pihak kepolisian, agar diproses secara hukum,” ujar Rudi, saat menggelar press confrence, Sabtu malam 31  Maret 2018.
Di tempat yang sama, Anggi (26), relawan Asrun-Hugua yang menjadi korban penganiayaan membeberkan tindak kejahatan yang dialaminya.  Awalnya, Ia bersama  seorang temannya hendak balik ke dalam posko tepat pukul 23.00 Wita, kemudian sekelompok OTK meneriaki dirinya beserta rekannya di depan posko, akan tetapi hal itu tak diindahkan dan memilih untuk segera masuk posko.
“Kami tidak gubris dan langsung masuk posko, tapi mereka mengejar hingga ke dalam. Tanpa tahu apa-apa, mereka langsung main pukul,  setelah itu kita lari ke kantor polisi untuk melapor,” beber pria berperawakan kecil itu.
Atas pemukulan tersebut, pihaknya telah melaporkan pelaku ke Polsek Baruga dengan nomor surat tanda bukti lapor STBM/93/K/III/2018/Polsek Baruga, tertanggal 30 Maret 2018 dengan terlapor Ali Cs.
Lebih lanjut, Anggi menjelaskan, pelaku berjumlah empat orang yang kondisinyi diduga dalam pengaruh minuman keras. Hal itu diketahui berdasrkan aroma dan cara mereka berbicara. Awalnya, para pelaku menghajar dirinya dengan tangan kosong, kemudian korban sempar merasakan dipukul menggunakan kursi besi.
“Perlawanan yang kami lakukan itu hanya bertahan, saya dihantam bagian kepala,” tambahnya.
Salah seorang relawan yang berada di TKP saat insiden Sabtu dini hari, Naim menerangkan, dirinya bersama rekan-rekannya sedang bermain song di depan posko, kemudian beberapa orang datang teriak-teriak di depan posko. Saat dirinya beserta relawan lainnya menoleh ke sumber suara, sekelompok OTK tersebut malah berteriak sembari menanyakan kenapa menata (lihat-lihat) mereka.
“Saat kami menoleh ke luar, mereka bertanya kenapa kalian liat-liat kita, lalu mereka masuk ke posko. Saya sendiri keluar menghadapi mereka, sempat menahan dengan menggunakan bahasa daerah, tapi mereka tetap ingin paksakan adu jotos,” terang Naim
Selain itu, Ia juga sempat mengingatkan agar tidak membuat gaduh di posko. Karena bisa ditangkap pihak kepolisian. Namun mereka tetap memaksa untuk berkelahi. Setelah mereka keluar dari posko, secara tiba-tiba datang kelompok massa yang lebih banyak, entah dari mana asalnya.
“Yang awalnya datang itu tiga orang, dua bapak-bapak, satu anak muda seumuran saya mungkin, tidak pake baju dan tidak bawa apa-apa, mereka  hanya teriak-teriak. Mereka bilang, kenapa kalian liat-liat kita, kalau kalian jago keluar, kita main-main dulu di luar,” imbuhnya.
Kapolsek Baruga, AKP. Idham Syukri membenarkan kejadian tersebut. Dan saat ini korban sudah melapor. Pihaknya  sedang melakukan penyelidikan dan mencari para pelaku pengeroyokan.
Hanya saja, kesaksian saksi Anggi saat press confeernce soal jumlah pelaku berbeda dengan kesaksiannya di kepolisian. Dimana, penjelasan korban di atas disebutkan pelaku berjumlah empat orang, sedangkan kesaksian korban di Mapolsek baruga disebutkan bahwa pelaku berjumlah sekitar 20 orang sebagaimana dilansir di laman Anoatimes.id.
“Saat ini belum ada yang diamankan. Kita juga belum mengetahui penyebab pasti korban dikeroyok, kita juga belum tahu apakah saat kejadian para pelaku sedang mabuk atau tidak,” kata Kapolsek Baruga, dikutip dari laman Anoatimes.id.
Kapolres Kendari, AKBP Jimy Junaidi mengungkapkan, kasus dugaan penyerangan posko  tersebut tak ada kaitannya dengan hajatan politik yang saat ini tengah dihadapi masyarakt bumi anoa.
Mantan Kapolres Konawe ini juga menambahkan, konflik tersebut berawal dari kesalafahaman  sekelompok pemuda, yang  dalam pengaruh minuman keras (Miras).  Sebelumnya, salah seorang pemuda yang juga rekan dari salah satu relawan Asrun-Hugua, melakukan pemukulan di posko induk tersebut.
Setelah itu, kata AKBP Jimy, oknum yang melakukan pemukulan itu lari ke arah Pencucian Kumbohu. Sedangkan korban bersama rekan-rekannya melakukan pengejaran. Alhasil, ditemukan seorang pemuda yang sedang nongkrong di pencucian tersebut, yang kemudian menjadi korban aksi balas dendam.
“Murni penganiayaan, bukan masaalah pasangan calon, sesama mereka juga,” ujar Kapolres Kendari saat dikonfirmasi melalui sambungan selularnya.
Kemudian, lanjutnya, sekelompok pemuda dari pencucian kumbohu mendatangi posko induk Asrun-Hugua, seraya meminta agar pelaku yang memukul kawan  mereka diserahkan. Tapi, permintaan tersebut tak diamini, sehingga terjadilah kericuhan di Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan berujung dengan pembakaran alat peraga Paslon.
“Ada dua korban yang saling komplen, makanya kami arahkan mereka untuk melapor, supaya bisa segera diproses secara hukum. Memang ada pembakaran alat peraga, tapi kami belum mengetahui dari kelompok mana pelakunya,” beber AKBP Jimy Junaidi.
Lebih lanjut, Kapolres Kendari ini mengimbau dan meminta kepada masing-masing kelompok, untuk sama-sama menahan diri.

 

 

Laporan: Ikas Cunge

Post Views: 209
Tags: #Asrun Hugua#Kriminal#penyerangan posko
Previous Post

Soal Dugaan Peneyerangan Posko Asrun, Begini Penjelasan Kapolres

Next Post

Bawaslu Jangan Takut Cium Aroma Busuk

Redaksi

Redaksi

Related News

Usut Penyebab Kematian Baim, Polisi Periksa 4 Orang Saksi

Usut Penyebab Kematian Baim, Polisi Periksa 4 Orang Saksi

by Redaksi
April 14, 2026
0

TenggaraNews.com, KENDARI – Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara (Polda Sultra) terus mendalami kasus kematian Muh Mudatsir (Baim) dengan memeriksa sejumlah saksi....

Kematian Mudatsir Diduga Dianiaya, Bukan Kecelakaan Lalulintas

Kematian Mudatsir Diduga Dianiaya, Bukan Kecelakaan Lalulintas

by Redaksi
March 4, 2026
0

TenggaraNews. Com, KENDARI – Kematian almarhum M. Mudatsir terus menyisakan tanda tanya. Pihak keluarga menegaskan, peristiwa yang merenggut nyawa korban...

Akhiri Polemik, Kuasa Hukum Konsumen AS Ajukan Permohonan Maaf kepada PT SDP dan CEO

Akhiri Polemik, Kuasa Hukum Konsumen AS Ajukan Permohonan Maaf kepada PT SDP dan CEO

by Redaksi
March 3, 2026
0

TenggaraNews. com, KENDARI — Polemik dugaan penipuan dan penggelapan yang sempat ditudingkan pada PT Swarna Dwipa Property kini memasuki babak...

PN Kendari Vonis Pelaku Pencabulan 5 Tahun Penjara

PN Kendari Vonis Pelaku Pencabulan 5 Tahun Penjara

by Redaksi
December 16, 2025
0

TenggaraNews.com, KENDARI - Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) menjatuhkan vonis lima (5) tahun penjara kepada BDM...

Next Post
Bawaslu Jangan Takut Cium Aroma Busuk

Bawaslu Jangan Takut Cium Aroma Busuk

Wujudkan Cita-cita Besar Asrun, Tim Pemenangan Fokus Garap Kepulauan

Wujudkan Cita-cita Besar Asrun, Tim Pemenangan Fokus Garap Kepulauan

Trending News

Korban Meninggal Bertambah, Mahasiswa Teknik Hembuskan Nafas Terakhir Usai Operasi

Korban Meninggal Bertambah, Mahasiswa Teknik Hembuskan Nafas Terakhir Usai Operasi

September 27, 2019
Ayah Randi: Kasihan Anaku, Saya Pikir Dia yang Akan Mandikan Jenazaku

Ayah Randi: Kasihan Anaku, Saya Pikir Dia yang Akan Mandikan Jenazaku

September 27, 2019
Tiba-tiba Dicerai Istri, Suami Milyarder di Wakatobi Jadi Melarat

Tiba-tiba Dicerai Istri, Suami Milyarder di Wakatobi Jadi Melarat

September 17, 2019

About

The best Premium WordPress Themes that perfect for news, magazine, personal blog, etc.

Categories

  • ADVETORIAL
  • crime & Justice
  • Daerah
  • Education
  • Ibukota
  • Kombis
  • Komunitas
  • Kongres PAN
  • Nasional
  • News
  • Operation
  • OPINI
  • Opinion
  • Perempuan dan Anak
  • Politic
  • Politika
  • Ramadhan Story
  • TNC Edukasi
  • TNC Health
  • TNC Inspiration
  • TNC Sportainment
  • TNC TV
  • Uncategorized
  • Veteran

Tags

#Ali Mazi #Asrun #Basarnas #Bombana #Demo #DPR RI #Gerindra #Golkar #Hugua #Jakarta #Jakarta Barat #Kendari #Kolaka #Konawe #Konkep #Konsel #konut #Korupsi #KPU #Kriminal #Muna #Narkoba #Opini #Pariwisata #PDIP #Pemkot #Pilcaleg #Pilgub #Pilgub Sultra #Politik #Polres #polres muna #Rusda Mahmud #Sjafei Kahar #Sultra #Tambang #Teguh Setyabudi #tenggaranews #Tenggaranews.com #TNI #VDNI #Wakatobi Dr Bahri Pemda Mubar Virus Corona

Recent Posts

  • Usut Penyebab Kematian Baim, Polisi Periksa 4 Orang Saksi
  • Kapal Penumpang KM. Napoleon Turunkan Penumpang di Pelabuhan Ilegal
  • Purchase Now
  • Features
  • Demos
  • Support

© 2022 Tenggara News – Portal Media Online Sulawesi Tenggara

No Result
View All Result
  • Daerah
  • Politika
  • Nasional
  • Kombis
  • OPINI
  • TNC Inspiration
  • ADVETORIAL
  • Redaksi
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    • Peraturan Dewan Pers
    • Redaksi
    • Tentang Kami

© 2022 Tenggara News – Portal Media Online Sulawesi Tenggara