TenggaraNews.com, KENDARI – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) dan Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari berkolaborasi mendorong minat para pemuda menjadi entrepreneur. Hal tersebut dilakukan melalui penyelenggaraan seminar kewirausahaan universitas se-Indonesia Timur, Senin 21 Oktober 2019 di Aula UHO Kendari.
Melalui seminar tersebut, para entrepreneur muda diberi diedukasi terkait peningkatkan kapasitas dan kompetensi diri bagi pertumbuhan ekonomi dan inklusi keuangan.
“Era Revolusi Industri 4.0 merupakan suatu isu yang saat ini telah menjadi perbincangan hangat hampir disetiap kalangan, terutama bagi para pengusaha dan para pencari kerja saat ini,” ujar Kepala Bagian Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan (LJK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sultra, Maulana Yusuf.
Menurut dia, dengan diadakannya seminar tersebut, para pemuda terutama mahasiswa yang merupakan generasi penerus bangsa diharapkan dapat beradaptasi, berkontribusi, serta siap menghadapi revolusi 4.0 ini yang semakin lama dan lambat laun kian menggantikan posisi manusia dengan teknologi. Serta membangkitkan jiwa pemuda untuk menjadi pribadi yang produktif dan mengurangi kebiasan konsumtif.
“Termasuk menggerakkan dunia pendidikan kita untuk mengembangkan kurikulum yang dapat menjawab kebutuhan atas perubahan zaman ini,” katanya.
Revolusi Industri 4.0, lanjutnya, menerapkan konsep automatisasi yang dilakukan oleh mesin tanpa memerlukan tenaga manusia dalam pengaplikasiannya. Dimana, hal tersebut merupakan hal vital yang dibutuhkan oleh para pelaku industri demi efisiensi waktu, tenaga kerja, dan biaya.
Dia juga menambahkan, dengan masuknya era revolusi 4.0 akan semakin banyak ancaman dan menyempitnya peluang kerja dan usaha baik di kancah lokal maupun kancah internasional. Namun, menjadi tantangan generasi muda karena akan banyak profesi hilang atau semakin sedikit membutuhkan tenaga manusia, seperti teller bank, akuntan, auditor, pengacara, dokter umum, hingga guru SD.
Artinya, anak muda zaman sekarang harus segera merespon kondisi ini. Kemampuan berbagai soft skill seperti entrepreneuris dibutuhkan dalam menghadapi era digital.
Selain itu, Yusuf juga mengimbau para entrepreneur muda agar memanfaatkan kemudahan seiring dengan perkembangan teknologi saat ini, dalam memperoleh tambahan modal.
Salah satu kemudahan yang diberikan, lanjut Maulana, pinjaman online (Pinjol) yang saat ini kian menjamur dengan berbagai strategi penawaran.
Hanya saja, Maulana mengingatkan kepada para pengusaha muda agar tetap berhati-hati dalam memilih Pinjol. Pasalnya, saat ini marak beredar Pinjol ilegal.
“Namun, kami himbau untuk senantiasa waspada terhadap maraknya Pinjol yang ilegal, harus mengecek kelegalan dan kelogisan (2L),” imbaunya.
Laporan: Ikas









