TenggaraNews.com, MUNA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muna mengapresiasi hadirnya kampus Perguruan Tinggi swasta (PTS) Politeknik Karya Persada Muna (PKPM).
Kehadiran politeknik tersebut ditandai dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Republik Indonesia nomor 86/M/2020, dilaksanakan di kampus PKPM yang terletak di Jalan Gambas, Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Bata Laiworu, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara (Sultra).
Penyerahan SK tersebut dihadiri langsung Bupati Muna, LM. Rusman Emba, Sekda Muna, Organisasi Perangkat Daerah (OPD),Perwakilan LLDikti wilayah IX Sulawesi dan sejumlah tokoh masyarakat.
Dalam sambutannya, LM. Rusman Emba menyampaikan apresiasi keberadaan Politeknik Karya Persada, karena kehadiran perguruan tinggi sudah lama dinantikan.
Tentunya, kata dia, kemitraan dan komunikasi akan selalu terjalin dan saling menyempurnakan.
“Dengan adanya politeknik menunjukan Muna semakin maju, tidak mungkin ada sekolah khususnya pendidikan tinggi kalau tidak ada antusias untuk orang bersekolah, mudah-mudahan ini menjawab masalah-masalah yang ada di Kabupaten Muna,” ungkapnya, Minggu 20 Februari 2020.
Di tempat yang sama, pendiri sekaligus pemilik Karya Persada Group (KPG), Albert mengatakan, Yayasan Mitra Karya Persada (Yamikap) telah berdiri selama 10 tahun, dalam rintisannya didukung oleh swadaya masyarakat dan peran pemerintah dalam mengembangkan yayasan tersebut.
“Tentu kami sudah mendirikan beberapa SMK, termasuk SD, SMP dengan pasantrennya. Sebelumnya pada tahun 2017 kami sudah membangun dua lembaga, dimana izinnya bukan dari daerah akan tetapi dari pusat langsung, yang pertama adalah Maritim Training Center (MTC) yang satu-satunya ada di Sultra, dan itu tidak lepas dari pada peran pemerintah memberikan kesempatan kepada kami untuk membantu dan memajukan Kabupaten Muna. Dan ini sudah dirasakan oleh masyarakat Muna dan bahkan dari kabupaten lain,” bebernya.
“Yang kedua, di 2019 kami mendirikan polteknik. Alhamdulillah, saya pikir ini sumbangsih kami terhadap pemerintah dalam rangka untuk memajukan daerah. Saya punya motto tidak perlu harus menjadi bupati, kita membantu bupati untuk memajukan daerah itu wajib sebagai masyarakat,’’ ucapnya disambut tepuk tangan.
Sekertaris Pelaksana LLDikti, Andi Lukman menyampaikan bahwa pendirian politeknik memang sesuatu yang harus dilakukan, karena sebagaimana diketahui bersama bahwa berkembangnya suatu daerah itu ditentukan oleh pendidikan. Olehnya itu, pemerintah daerah harus lebih mengedepankan pendidikan.
“Kita bersyukur ada masyarakat yang membantu pemerintah daerah dalam hal ini untuk mengembangkan pendidikan. Terima kasih telah bergabung dengan LLDikti dalam rangka mencerdaskan anak bangsa,” katanya.
Dia juga menambahkannya, dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi di Indonesia diklasifikasikan dalam tiga jenis, yakni pendidikan akademik, vokasi dan pendidikan profesi/spesialis.
Di mana, lanjutnya, pendidikan akademik yang mengembangkan disiplin ilmu pengetahuan, teknologi dan seni tertentu yang sekarang ini bentuknya universitas dan sekolah tinggi.
“Kalau pendidikan vokasi sistem pendidikan yang mengarah kepada penguasaan keahlian terapan tertentu, yaitu politeknik dan akademik sedangkan spesialis yaitu kedokteran, ners dan lain sebagainya. Jadi arah kebijakan pendidikan tinggi saat ini adalah bagaimana mengembangkan polteknik, karena alumni dari politeknik adalah alumni yang siap pakai,” pungkasnya.
Laporan: Phoyo









