TenggaraNews.com, MUNA – Himpunan Mahasiswa Program Studi Kehutanan (HMPSK) melakukan aksi demonstrasi sembari membakar ban, di depan dan dalam Kampus STIP Wuna, Senin 14 Januari 2019.
Para Mahasiswa menyayangkan tindakan dari Josaphat Sudarso Tandri selaku dosen serta Wakil Ketua III Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama, karena telah melakukan penggusuran di taman bukit sylva tanpa sepengetahuan pihak yayasan. Pasalnya, di area tersebut terdapat beberapa kazebo, kedai, panggung dan taman yang dibiayai sendiri oleh mahasiswa kini rata dengan tanah.
Akibat dari penggusuran itu, semua pohon jati yang berada di depan bahkan di dalam kampus ditebang, padahal taman yang biasanya dijadikan tempat istrahat dan praktek untuk para mahasiswa kini telah tiada, apalagi tempat itu sebelumnya ditumbuhi tanaman-tanaman endemik yang ada di Kabupaten Muna.
Koordinator lapangan aksi, Hasan Jufri dalam orasinya menuntut agar wakil ketua III itu dipecat sesegera mungkinxl, karena telah merugikan mahasiswa bahkan telah menjadikan kampus yang dulu hijau dan rimbun kini nampak gersang.
Kemudian, aksi masa juga mendesak dosen tersebut, agar segera meminta maaf secara terbuka atas perbuatannya kepada pihak yayasan, pihak birokrasi kampus dan Sylva STIP Wuna.
“Kami meminta kepada Ketua Yayasan STIP Wuna untuk menindai tegas, dalam hal ini pemecatan baik sebagai dosen maupun wakil ketua III, karena telah mengambil tindakan arogansi atas kehendak pribadi menebang pohon jati serta melakukan penggusuran, tanpa persetujuan pihak yayasan,” ujar Hasan.
Lebih lanjut, Jufri menegaskan, jika kedepannya pihak yayasan tidak menindak lanjuti atas apa yang telah dilakukannya, maka itu sama saja telah menghina Program Studi Kehutanan dan Sylva STIP Wuna secara kelembagaan.
“Jika tuntutan kami ini di indahkan, maka kami akan turun kembali ke jalan dalam jumlah masa yang lebih besar, kalau perlu kita bakar ini kampus,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Yayasan STIP Wuna, Laode Hidayat mengatakan, pihaknya akan menghubungi dan membicarakan kepada Wakil Ketua III tersebut, terkait penebangan pohon dan penggusuran seperti yang telah dituntut oleh para mahasiswa.
“Jadi, adapun untuk saat ini, adalah untuk pembangunan STIP Wuna, namun keterkaitannya dengan penebangan pohon jati dan penggusuran belum sampai ke saya, dan tujuan apa yang akan dibangun kedepannya, dan ini yang akan saya tanyakan dulu kepada yang bersangkutan karena beliau saat ini tidak berada di tempat,” tutupnya. (Phoyo)









