TenggaraNews.com, KENDARI – DPW Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi) Sulawesi Tenggara (Sultra) meminta kepada pemerintah daerah (Pemda) dan pengelola pasar memfasilitasi para pedagang, agar bisa menerapkan protokol kesehatan di masa pandemi Covid-19, mengingat banyak pedagang yang terpapar hingga meninggal dunia karena penyakit tersebut.
Berdasarkan data yang dikeluarkan pada 3 Juni 2020, Ikappi mencatat pedagang pasar tradisional yang positif Covid-19 hingga meninggal dunia terus meningkat, terdapat 382 orang yang positif dan 25 orang diantaranya meninggal di 64 pasar, yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia.
Sekretaris DPW Ikappi Sultra, Jaswanto meminta para kepala daerah dan pengelola pasar di Sultra memfasilitasi para pedagang menerapkan protokol kesehatan, terlebih kebijakan new normal akan segera diterapkan yang berpotensi meningkatnya aktivitas di pasar tradisional.
“Ini kewajiban para kepala daerah dan pengelola pasar dalam melindungi pedagang di pasar tradisional, untuk memfasilitasi para pedagang menerapkan protokol kesehatan untuk memastikan transaksi jual beli aman dari pandemi Covid-19, terlebih sebentar lagi kita akan menghadapi new normal, yang tentunya aktivitas di pasar tradisional juga akan meningkat,” ungkapnya, Kamis 4 Juni 2020.
Jaswanto mengungkapkan, dalam rangka mencegah penularan Covid-19 pada pedagang di Sultra, Ikappi telah membuat dan menyebarkan panduan singkat protokol bagi pengelola dan para pedagang, yang bisa dengan cepat dan mudah dipahami.
Diantaranya, agar pengelola pasar mengatur ulang jarak lapak antar pedagang satu dengan yang lain, serta tetap menjaga kebersihan lingkungan pasar dan kepada pengelola pasar, agar melakukan tes suhu tubuh kepada pengunjung sebelum masuk area pasar.
“Kami telah membuat panduan singkat protokol bagi pengelola dan para pedagang, sebagai panduan beraktivitas di pasar tradisional. Mulai dari penataan jarak lapak antar pedagang sampai pengukuran suhu tubuh yang harus dilakukan pihak pengelola pasar, untuk memastikan para pembeli yang datang di pasar tradisional aman dari Covid-19, ” tutupnya.
Laporan : Awan









