TenggaraNews.com, KENDARI – Rupanya tenggat waktu 2×24 jam diminati oleh sejumlah kalangan. Setelah Walikota Kendari, Adriatma Dwi Putra (ADP) yang memberikan batas waktu kepada Bupati Muna Barat (Mubar), Rajiun Tumada agar mengajukan pengunduran dirinya dari DPD PAN Mubar. Kini giliran Siska Karina Adriatma yang tak lain isteri dari Walikota Kendari, diberikan waktu 2×24 jam untuk segera mengklarifikasi dan meminta maaf kepada Agista Ariani Ali MAzi, soal postinganya di akun Path miliknya, yang disertai dengan caption “Ada Penampakan”.
Dalam gambar yang diposting pada 20 Februari lalu, nampak ADP bersama isteri sedang bersalaman dan memberikan ucapan selamat kepada Pj. Gubernur Sultra, Teguh Setyabudi. Sedangkan dibagian belakang keduannya nampak Agista Ali Mazi.
Postingan tersebut langsung dikecam oleh relawan Agista-Yati (Ayat) AMAN, karena dinilai tak beretika dan tak sepantasnya isteri seorang pejabat, memberikan contoh yang tidak benar kepada masyarakat.
“Kami mengecam perbuatan dia (Siska, red), karena perbuatannya itu jelas-jelas telah melukai ibu Agista. Sebagai publik figur, seharusnya dia memberikan contoh yang baik dong, masa sih istri seorang kepala daerah malah berbuat seperti itu,” ujar Jubir Ayat AMAN, Wa Ode Hayatun Nufus, Kamis 22 Februari 2018.
Untuk itu, kata dia, berdasarkan hasil kajian dan rapat bersama Ayat AMAN, maka pihaknya memberikan waktu selama 2×24 jam untuk melakukan klarifikasi atas postingan tersebut, dan meminta maaf kepada Agista Ariani.
Disinggung soal bentuk klarifikasi yang diinginkan, apakah Ketua Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kota Kendari itu harus menyampaikannya melalui pemberitaan di media cetak, elektronik dan online, Hayatun memberikan ruang seluas-luasnya kepada Siska.
“Kalau soal melalui apa dia harus mengklarifikasinya yah terserah dia, tapi kalau bisa sih yah dengan cara seperti kita ini (Pressconference). Jika yang bersangkutan tidak mengindahkan permintaan kami, maka kami sudah menyiapkan langkah selanjutnya, untuk bersurat ke ibu Mendagri selaku Ketua Tim Penggerak PKK Pusat,” katanya.
Dikatakannya, apabila ibu Walikota Kendari tersebut tetap tak mengindahkan permintaan pihaknya, maka dengan sangat terpaksa akan ditempuh jalur hukum.
Ditempat yang sama, relwan Ayat AMAN, Tie Saranani mengutarakan, setelah beberapa jam foto itu diposting, Siska langsung menghapusnya dari akun Path miliknya.
“Logikanya, kalau tidak ada kesalahan, foto itu tidak mungkin dihapus. Dan kalau merasa salah harusnya dia meminta maaf,” jelas Tie.
Laporan: Ikas Cunge








