TNC, PASARWAJO – Penundaan pelantikan Bupati Buton terpilih, Umar Samiun dan La Bakry mendapatkan sorotan pedas dari Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Buton, La Ode Abdul Zainuddin Napa.
Menurut dia, Kepala Biro Pemerintahan Provinsi Sultra, Ali Akbar tidak paham dengan kondisi daerah saat ini, karena jadwal baru yang ditetapkan untuk pelantikan bertepatan dengan acara puncak Festival Budaya Tua Buton, pada 24 Agustus mendatang.
Seharusnya, kata dia, Pemprov berkoordinasi terlebih dahulu dengan Pemda Buton, sebelum mengusulkan penundaan jadwal pelantikan tersebut ke Kemendagri, agar tidak bertepatan dengan penyelenggaraan Festival Budaya Buton, yang sejak awal sudah dijadwalkan.
Pasalnya, bisa dipastikan konsentrasi masyarakat Kabupaten Buton bakal terbagi, jika agenda pelantikan dan festival budaya Buton dilaksanakan secara bersamaan.
“Biro pemerintahan ini tidak paham dengan kondisi daerah hari ini. Kan sudah ditahu, kalau ada even nasional untuk memajukan budaya Sultra ini. Tapi kegiatannya bersamaan dengan pelantikan Bupati, seharusnya sebelum menunda pelantikan Biro pemerintahan menyampaikan hal ini kepada Menteri,” kata Abdul Zainuddin Napa, Rabu (16/8/2017).
Padahal, pihaknya telah mensosialisasikan kegiatan ini. Baik melalui media sosial, cetak, online bahkan media elektronik mulai dari lokal hingga nasional. Sehingga, jadi aneh jika Biro Pemerintahan Pemprov Sultra mengaku tak mengetahui agenda tersebut.
“Jika tidak ada Bupati maka bagaimana tanggapan masyarakat disini. Ok memang ada pelaksana harian, tapi masyarakat tidak mau tahu itu, mereka menginginkan festival ini harus ada bupati, karena ini kegiatan daerah masuk agenda nasional oleh Kementerian Pariwisatan RI, guna memajukan budaya Sultra khususnya di Kabupaten Buton,” ujarnya.
Seperti diketahui, jadwal awal pelantikan Bupati Buton terpilih dilaksanakan di Jakarta pada 18 Agustus. Akan tetapi, prosesi tersebut diundur pada 24 Agustus mendatang.
Laporan: Wati







