TenggaraNews.com, WAKATOBI – Mengingat pentingnya pelayanan mutu kesehatan masyarakat, di tengah berbagai keluhan pasien di luar dugaan, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Wakatobi terus berbenah.
Tahun ini, RSUD Wakatobi keciprat Dana Alokasi Khusus (DAK) dari pemerintah pusat melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sebesar Rp30 miliar, untuk pembangunan dua gedung, masing-masing berlantai dua dan tiga.
Gedung lantai tiga diperuntukan ruangan Unit Gawad Darurat (UGD), apotek, gedung rekam medic pada lantai satu, kemudian untuk ruangan ICU di lantai dua dan ruangan operasi pada lantai tiga.
Sementara untuk gedung lantai duan akan dibangunkan poli klinik, spesialis dan umum termasuk poli klinik gigi pada lantai satu, lalu lantai dua akan dijadikan sebagai kantor.
Direktur utama (Dirut) RSUD Wakatobi, Munardin Malibu mengungkapkan, pembangunan yang sedang berjalan itu merupakan jawaban hasil rekomendasi dari kementrian dan Fakultas Kedoktenaran Universitas Hasanudin (Unhas).
“Pada saat mereka datang visitasi itu, mereka melihat kelayakan rumah sakitnya kita, untuk bisa mendatangkan dokter ahli mereka memberi rekomendasi, kalau bisa gedung-gedung yang berjauhan ini didekatkan, mengingat resiko pada pasien saat dipindahkan ke ruangan satu ke ruangan lain,” ujar Munardin Malibu, Kamis 15 Agustus 2019.
Dengan adanya pekerjaan bangunan baru tersebut, Munardin Malibu mengakui sedikit adanya gangguan terhadap perawatan pasien, namun tidak menurangi untuk memaksimalkan pelayanan kesehatan.
“Yang dirubuhkan ini kan kantor dan aula. Sebenarnya, kalau dari pelayanan secara umum tidak begitu terganggu meskipun memang ada beberapa selasar yang terpotong, tapi kami sudah antisipasi, dan tentunya seperti apapun kita selalu mengupayahkan pelayanan secara maksimal,” kata Munardin Malibu.
Pembangunan gedung mewah yang pembiayaannya bersumber dari emerintah pusat itu ditargerkan selesai sebelum pergantian tahun, dan diupayakan tahun pertama 2020 mendatang sudah bisa difungsikan.
Laporan : Syaiful
Editor: Ikas









