TenggaraNews.com, KENDARI – Korps HMI-Wati (Kohati) HMI Komisariat Fisip UHO dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fisip UHO gelar seminar politik perempuan dengan tema “perempuan dalam representase politik” yang dilaksanakan di Aula Laki Laponto Fisip UHO. Kamis 19 April 2018.
Dalam Kegiatan itu, menghadirkan dua narasumber terbaik yakni, Dr. Najib husain, M.Si selaku pengamat politik sultra sekaligus dosen Fisip UHO, dan Sitti Rakhman, eks. Komisioner KPU Jatim periode 2009-2013 yang kini menjabat sebagai staf ahli komisi II DPR RI.
Seminar ini juga turut dihadiri pula Dekan Fisip UHO, Dr. Bahtiar S.Sos, M,Si serta ratusan mahasiswa yang berasal dari UHO
Ketua BEM FISIP UHO, Fatkhul Manan mengatakan, pihaknya sangat berterimakasih kepada seluruh komponen yang ikut serta merancang hingga mensukseskan kegiatan itu. Terkhusus Kohati HMI Komisariat FISIP. Ia menyampaikan antusias yang begitu mendalam apa bila ada organisasi ekstra kampus seperti HMI, mau berkolaborasi mengadakan kegiatan bersama.
Fatkhul juga menegaska, untuk menjadikan negara dan daerah seimbang maka laki-laki dan perempuan baiknya berkolaborasi di bidang politik. Seperti yang telah diamanatkan UU bahwa 30 persen dari tiap Pileg harus ada keterwakilan perempuan.
“Kesetaraan gender hari ini sangat penting, terlebih lagi perempuan harus punya jiwa leadership dan berani mengambil sikap, untuk menggugurkan stigma buruk dari masyarakat yang katanya perempuan hanya bisa didapur semata” jelas Fatkhul.
Ketua Kohati HMI Komisariat FISIP UHO, Angli Putri mengungkapkan, bahwa perempuan harus ikut serta turun dalam tiap kontestasi demokrasi, dan perempuan harus memiliki nalar kepemimpinan, tidak seharusnya perempuan hanya berjibaku dengan kesibukan rumah tangga semata saja.
Lebih lanjut, Ia menjelaskan, sebagai perempuan seharusnya saling memberikan pemahaman dan saling menyatukan persepsi, bahwa politik perempuan itu sangat penting.
“Kita perlu mengadakan pendidikan politik seperti mengikuti seminar-seminar tentang politik perempuan, dialog tentang keperempuanan dan lain sebagainya,” jelas Angli Putri.
“Kita juga berharap kesadaran berpolitik terhadap perempuan lebih meningkat lagi, Kohati sebagai lembaga keperempuanan yang ada dalam tubuh HMI, tentulah memiliki peran penting dalam politik ke depannya. Maka dari itu, kami sadar akan pentingnya membuat kegiatan-kegiatan seperti ini tentang politik perempuan,” ujar Angli
Laporan: Hasrim









