TenggaraNews.com, KENDARI – Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Kendari, Abdul Samad Dama memastikan bahwa instansi yang dipimpinnya itu berkomitmen penuh untuk memberantas penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkoba.
Terkait desakan Garda Muda Haluoleo (GMH) saat aksi unjuk rasa beberap hari lalu, yang meminta agar Kemenkumham dan Lapas Kelas IIA Kendari memperketat pengawasan di internal Lapas, pasca maraknya dugaan perederan barang haram itu yang diperoleh dari lintas Lapas. Sekali lagi, Abdul Samad Dama memastikan telah melakukan hal itu.
Bahkan, dalam rangka memberantas peredaran gelap Narkoba, baik di dalam Lapas maupun di luar, pihaknya juga selalu membuka diri dan siap bersinergi dengan aparat kepolisian dan stakeholder lainnya.
Abdul Samad menambahkan, bahwa komitmen bersama-sama stakeholder dalam memberantas peredaran Narkoba telah ditunjukannya, dengan memberikan bantuan kepada aparat kepolisian ketika hendak mengungkap kasus Narkoba yang pengedarnya diduga berasal dari lintas Lapas.
“Saya lihat, setiap ada pengungkapan kasus Narkoba pasti disebut dari jaringan Lapas. Tetapi saat ditelusuri, ternyata belum bisa dipastikan, “ kata Kalapas, belum lama ini.
Pada dasarnya, lanjut Abdul Samad, dirinya tak anti kritik. Hanya saja, tudingan-tudingan yang dilayangkan ke instansi yang dipimpinnya itu harus didasari data real. Sehingga dapat dipertanggungjawabkan.
Kendati demikian, Abdul Samad juga tidak memungkiri bahwa kemungkinan itu selalu ada. Olehnya itu, pihaknya juga sudah menyampaikan kepada aparat kepolisian dan BNN, jika Lapas Kelas IIA Kendari selalu terbuka 1×24 jam.
“Saya bersedia untuk menerima teman-teman penegak hukum lain. Dan seperti tuntutan teman-teman pendemo agar kita melakukan pengetatan dan pengawasan, perlu diketahui bahwa kita sudah melakukan itu, “ jelasnya.
Abdul Samad menegaskan, pihaknya akan terus mendukung upaya-upaya pengungkapan kasus Narkoba, agar menjadi pembelajaran bagi oknum-oknum yang terlibat dalam bisnis barang haram tersebut.
“Perlu diketahui, tembok kokoh Lapas ini bukan tempat yang nyaman bagi para pebisnis barang haram tersebut. Jika ada oknum pegawai saya yang terlibat, saya pastikan akan ditindaki secara tegas,” pungkasnya.
Laporan: Ikas









