TenggaraNews.com, KENDARI – Kerusuhan yang melibatkan dua kelompok pemuda dari dua desa di Kabupaten Buton, Rabu 5 Juni 2019 menelan korban. Berdasarkan data yang berhasil dihimpun redaksi TenggaraNews.com, satu warga dinyatakan meninggal dunia dan dua orang luka-luka.
Kabid Humas Polda Sultra, AKBP Harry Goldenhart membenarkan terkait adanya korban meninggal dunia dan luka-luka, akibat aksi saling serang dari dua kelompok pemuda tersebut.
“Iya, sudah ada dua korban luka dan satu korban meninggal dunia,” ujar AKBP Harry Goldenhardt saat dikonfirmasi redaksi TenggaraNews.com via WhatsApp, Kamis 6 juni 2019.
Ditanya terkait identitas korban, Kabid Humas Polda Sultra menyebutkan identitas korban meninggal dunua bernama Juanda (60) warga Desa Hendea. Korban yang berprofesi petani ini mengalami luka tebasan benda tajam pada bagian kepala.
“Masih kita dalami ya. Nanti akan kita sampaikan,” kata AKBP Harry Goldenhardt.
Untuk mengantisipasi terjadinya kericuhan susulan, pihak Polda Sultra mengirimkan Satuan Setingkat Kompi (SSK) Brigade Mobil (Brimob) di lokasi kejadian
Selain satuan Brimob, pihak Polda Sultra juga mengirimkan tim dari Direktorat Sabhara, dan tim gabungan Direktorat Kriminal Umum.
Saat ini, situasi di tempat kerusuhan sudah kondusif. Aparat gabungan TNI – Polri sudah berada di lokasi melakukan pengamanan untuk mencegah terjadi aksi bentrok susulan.
Satu SSK Brimob berjumlah 100 personil ditempatkan di Desa Sampuabalo dan Desa Gunung Jaya. Adapun langkah yang diambil pihak kepolisian adalah melakukan pemulihan pasca bentrok bersama Forkompimda Kabupaten Buton.
Laporan: Ikas









