TenggaraNews.com, BAUBAU – Sekolah Tinggi Ilmu Agama Islam (STIAI) Baubau mengadakan istighosah dan kuliah Akbar dengan mengusung tema “Aksi Kebangsaan Perguruan Tinggi se Indonesia Melawan Radikalisme”. Kegiatan ini turut dihadiri Sekretaris Koordinator Wilayah VIII Sulawesi, Maluku dan Papua, Muhamad Harjum.
Aksi ini dihadiri kurang lebih seribu civitas akademika perguruan tinggi di kota Baubau. Agenda ini merupakan tindak lanjut dari deklarasi pimpinan perguruan tinggi se Indonesia, 25 September lalu di Bali dan dihadiri sekitar 4000 civitas akademika di Indonesia.
Ketua STIAI Baubau, Dr. Stadik mengungkapkan kesyukurannya, atas terlaksananya aksi kebangsaan perguruan tinggi melawan radikalisme di Kota Baubau, karena kegiatan ini secara serentak juga diadakan diseluruh daerah di Indonesia.
“Kita patut mengapresiasi, kegiatan ini dapat terwujud berkat arahan dari OC Aksi Kebangsaan Pusat, Bapak Erwin Usman. Dimana, beliau juga adalah salah satu putra terbaik Sultra, yang dipercayakan sebagai OC pusat aksi ini,” ujarnya.

Menurut dia, radikalisme merupakan faham kekerasan melalui pemaksaan kehendak, olehnya itu harus dilawan. Indonesia merupakan rumah semua masyakat yang terdiri dari berbagai macam agama, suku dan ras yang selalu dijaga bersama.
“Aksi kebangsaan tidak bertujuan untuk satu agama tertentu, melainkan kepada individu atau kelompok radikal dan intoleran,” jelasnya.
Sementara itu, Sekretaris Koordinator Wilayah VIII Sulawesi, Maluku dan Papua, Muhamad Harjum mengatakan, bahwa semua pihak mesti bersyukur hidup di Indonesia, yang terdiri dati banyak suku dan agama namun dapat dipersatukan dengan Idiologi Pancasila.
“sebagai bangsa yqng mayoritas muslim, Pancasila dapat mengakomodir umat. Dimana, pada sila pertama Pancasila yang berbunyi ketuhanan yang maha esa, dan sila seterusnya sangat menghargai serta sejalan dengan Islam,” katanya.
Editor: Ikas Cunge







