TenggaraNews.com, MUNA – Mata air Jompi yang terletak di Jalan Ir Juanda, Kelurahan Laende, Kecamatan Katobu, Kabupaten Muna, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) menelan korban jiwa. Adam Haris Prapta (12) ditemukan terapung sekira pukul 15.30 Wita, Jumat (6/9/2019).
Almarhum warga Desa Labaha, Kecamatan Watopute, pertama kali ditemukan sekira pukul 15.30 Wita oleh Yusran bersama 6 rekannya. Mereka kemudian memberitahukan kepada Alamsyah dan Bayu Hidayat yang saat itu duduk di pinggiran bendungan Jompi bahwa ada yang tenggelam.
Surat pernyataan menolak dilakukan otopsi

“Mendengar hal tersebut, mereka langsung lari menuju tempat tenggelamnya korban ( Adam Haris Prapta,red) yang jaraknya sekitar 20 meter dari saksi dan melihat tidak ada orang satupun selain almarhum sementara terapung dipertengahan bendungan mata air Jompi di kedalaman tiga meter,” jelas Kapolres Muna AKBP. Agung ramos Paretongan Sinaga melalui Kapolsek Katobu IPDA Darul Aqsa.
Lanjut mantan Kapolsek Tongkuno didampingi Wakapolsek Katobu Aiptu Laode Halidin, setelah melihat korban terapung, kedua saksi lompat ke dalam air dan mengangkat korban ke darat. Kondisi korban saat itu tidak sadarkan diri. Korban sudah mengeluarkan busa dari hidung, sehingga saat itu Bayu Hidayat mencoba melakukan pertolongan dengan memompa dada korban, namun korban tidak ada reaksi.
“Karena melihat korban tidak ada reaksi sehingga Alamsyah menyuruh Wahyu Hidayat untuk mengambil motor dan mengangkat korban yang kemudian di bawa ke RSUD Kabupaten Muna, ” ujarnya.
Menurut keterangan Dr. Sadly yang sedang melaksanakan piket menyampaikan pada saat korban di bawa ke RSUD, Adam Haris Prapta sudah dalam kondisi meninggal dunia.
“Saat korban sampai di RSUD kondisi telah meninggal dunia dan jari kaki kanan almarhum dalam kondisi luka,” katanya.
Sementara itu pihak keluarga mengetahui Adam Haris Prapta telah meninggal dunia sekira pukul 16.00 Wita, setelah Hasma (bibi korban) diberitahukan oleh Agil bersama temannya sehingga pada saat itu bibi korban memberitahukan kepada orang tua almarhum.
“Saat itu saya masih berada di pasar dan diberitahukan oleh temannya, kalau Adam Haris telah meninggal di Jompi dan mayatnya ada di RSUD. Almarhum memang tidak pandai berenang dan hampir setiap hari korban bersama teman sebayanya pergi ke mata air Jompi untuk mandi, ” ucapnya.
Dalam peristiwa naas itu pihak keluarga korban menolak dan tidak bersedia untuk dilakukan otopsi terhadap jenazah almarhum. Pihak keluarga menerima bahwa meninggalnya Adam Haris adalah murni karena kecelakaan, bukan karena suatu hal yang tidak wajar tapi merupakan takdir dari Tuhan Yang Maha Esa.
Laporan : Phoyo
Editor : Rustam









